" UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN DUNIA, AKHIRAT DAN
DISELAMATKAN DARI SIKSA API NERAKA "
Hidup dimuka bumi ini adalah
suatu perjalanan atau perlombaan untuk meraih kebahagiaan atau
penderitaan karena adanya waktu yang membatasi setiap kehidupan yang
suka atau tidak suka harus berakhir dengan kematian.
Dalam mengarungi perjalanan kehidupan ini ada orang2 yang menempuh jalan yang dimurkai yaitu mereka yang mengetahui kebenaran dan kebajikan tetapi mereka mengingkarinya, mereka gemar melakukan kejahatan dan mempengaruhi orang agar melakukan kejahatan seperti yang mereka lakukan. Juga ada orang2 yang menempuh jalan yang sesat perumpamaan mereka ini seperti berjalannya orang buta tetapi bukan buta mata tetapi buta hati. Mereka cenderung mengikuti apa dan siapa saja yang menguntungkan dan menyenangkan mereka, mereka menganggap bahwa kesenangan dunia adalah tujuan akhir perjalanan hidupnya.
Dan ada pula orang-orang yang berjalan dijalan yang lurus dan terang, mereka ini memahami misteri perjalanan hidup ini seperti dari mana mereka berasal dan untuk apa mereka dihadirkan didunia ini lalu akan kemana mereka setelah ini, pandangan mereka jelas ketika mereka menoleh kebelakang dan kedepan karena mereka tengah berada ditengah jalan yang lurus dan mereka tidak terjebak pada pesona kehidupan yang singkat ini ,
Perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang lurus adalah seperti segolongan besar orang yang mengadakan perjalanan menuju suatu tempat yang indah, damai dan tentram yang mereka rindu dan idam2kan, setelah kepenatan dan kekacauan serta kekecewaan yang mereka alami selama ini “ seperti para imigran (hijrah) , dan dalam perjalanan itu ada yang menggunakan mobil, motor maupun berjalan kaki, merangkak bahkan merayap, dan mereka saling menjaga jarak dan saling menghormati juga saling tolong menolong dan melindungi satu sama lain, tanpa memandang status, dll. Karena mereka melihat tujuan dari perjalanannya dan manfaatnya bagi mereka, dan mereka saling menasehati dan menjaga agar bisa bersama-sama mencapai tujuan yang sama2 mereka idamkan. Seumpama seperti orang2 yang tengah mengerjakan shalat berjamaah atau perjalanan menunaikan haji..
Demikianlah keadaan orang-orang yang memahami apa tujuan mereka beragama, dan memahami manfaat dan tujuan agung dan mulia dari berbagai ritual yang mereka amalkan selama ini dan perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang sesat adalah seperti orang yang melakukan perjalanan tetapi tidak pernah sampai kepada tujuan. Perumpamannya seperti segolongan orang2 yang berkenderaan Bom-Bom Car dalam suatu arena yang melingkar, mereka mengenderai kenderaan tanpa ada tujuan pasti dan berputar, mereka menghabiskan banyak biaya, waktu dan energi, yang toh! akhirnya mereka pasti akan berbenturan satu sama lain dan saling adu kekuatan, saling berbangga, saling mensupport yang satu untuk menghancurkan yang lain, dll, hingga baterai kenderaan mereka habis, mereka harus meninggalkan kenderaan mereka masing2 dan keluar dari arena dengan berbagai perasaan masing-masing ! . Demikianlah keadaan orang yang mengamalkan agamanya tanpa memahami manfaat dan tujuan mereka beragama.
Orang-orang yang mengamalkan syariat agama tetapi tidak memahami manfaat dan tidak sampai kepada tujuan itulah yang dimaksud orang-orang yang sesat dan orang-orang yang mengingkari syariat merekalah orang-orang yang dimurkai, syariat akan sia-sia jika tidak sampai kepada manfaat dan tujuan dan manfaat dan tujuan juga tidak dapat dicapai tanpa mengamalkan syariat.
Ada satu pesan Agung yang disampaikan Pencipta, Pemilik dan Penguasa Alam semesta ini kepada manusia pertama yaitu Adam dan hawa dan diteruskan pula oleh setiap para Nabi dan Rasul yaitu firman Allah dalam ( “ Qs: Ikutilah Petunjuk-Ku, siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan sengsara tetapi siapa yang berpaling dari petunjuk-Ku maka kami akan timpakan penderitaan dan hidup sempit ( diantaranya” tidak pernah merasa cukup “ kemudian Kami bangkitkan mereka dalam keadaan buta….“ ) atas dasar inilah Allah Pemilik (Rabb) Alam semesta dan segala isinya ini senatiasa mengutus para Nabi dan Rasul sejak dari Nabi Adam hingga Nabi dan Rasul terakhir yaitu Muhammad Saw dengan membawa petunjuk dari-Nya yaitu kitab suci Al Qur’an dan Sunnah.
Namun jika kita merujuk berbagai kebobrokan dan gejolak yang menerpa umat Islam dewasa ini.maka dapat diambil kesimpulan bahwa masalah yang paling mendasar dari mayoritas umat Islam saat ialah krisis Iman dan Akal sehat untuk menafsirkan dan mengamalkan ajaran agamanya, demikian jugalah yang terjadi pada penganut agama2 sebelumnya. Tujuan keberagamaan mereka telah erosi diterjang banjir keserakahan , kedengkian dan ketidaktauan
Keraguan tentang keber-ADA-an , Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal alam semesta dan segala isinya ini serta ketidak yakinan bahwa DIA akan meminta pertanggungjawaban pada setiap manusia dan akan membalas setiap perbuatan kebajikan kita maupun kejahatan kita, selama hidup dimuka bumi. Masalah inilah yang menyebabkan masih banyaknya orang2 yang gemar melakukan perbuatan menganiaya diri sendiri maupun orang lain dan enggan melakukan kebajikan karena dipandang rugi dan sia-sia.
Serta penafsiran yang bertele-tele dan tidak utuh yang diajarkan oleh sebahagian tokoh2 agama-agama dimasa lalu dan kini , justru malah menimbulkan keraguan dan anggapan bahwa agama tidak dapat mengatasi situasi dan kondisi saat ini dan kedepan, agama tidak dapat menyelesaikan masalah justru menambah rumit masalah dan kekacauan, bahkan agama hanyalah instrument yang hanya melanggar hak azasi manusia. Sehingga banyak orang-orang yang mencari alternative lain yang sebenarnya mereka justru tengah merintis jalan menuju kehancuran diri mereka sendiri dan orang lain dengan menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang sia-sia. Namun tidak demikian pandangan dan prilaku orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan serta ikhlas berbuat kebajikan.
Perumpamaan: Peraturan pemerintah agar setiap pengguna sepeda motor wajib menggunakan helm, yaitu helm yang kuat dan telah teruji dapat melindungi kepala, dan dipakai dengan benar yang tujuannya agar kepala terlindung jika terjadi tabrakan atau terjatuh. Manfaatnya agar sipengguna sepeda motor merasa nyaman dalam berkenderaan, nah yang menjadi pertanyaan apakah perintah ini untuk kepentingan pemerintah atau untuk kepentingan orang yang menggunakan helm tersebut ? apakah peraturan ini melanggar HAM karena ini masalah urusan kepala masing2, atau bukankah ini sebagai wujud dari kasih sayang dan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya ? Demikianlah setiap perintah dan larangan yang disampaikan oleh Penguasa alam semesta ini melalui para Nabi dan Rasul-Nya, kepada mahkluk berakal yang diciptakan-Nya pasti ada manfaat dan tujuannya,bukan sesuatu yang kosong tanpa makna !
Apakah yang mendorong pemerintah suatu negara mengeluarkan perintah dan larangan dan hukum2 bagi warganya ? karena mereka telah melihat kebajikan dan dampak keburukan serta akibat yang ditimbulkannya. Demikian pula para Nabi dan Rasul , mereka telah diperlihatkan realita kehidupan sebelumnya, realita kehidupan saat ini dan realita kehidupan setelah kematian. atas dasar pengetahuan itulah mereka diutus untuk mengajarkan dan memberi kabar gembira dan peringatan kepada manusia sejak dahulu kala
Tentu, tidak semua manusia mau memahami dan mematuhinya sebagaimana peraturan pemerintah suatu Negara, kenyataannya masih banyak orang yang melanggar peraturan pemerintah bahkan dilakukan oleh pegawai pemerintahan sendiri dan penegak serta penjaga peraturan tersebut. Demikian jugalah dengan pemahaman dan pengamalan agama yang terjadi selama ini.
Marilah kita meninjau kembali tujuan keberagamaan maupun kebernegaraan kita. Apakah kita berperan hanya untuk memenuhi kepentingan kita dan keluarga kita saja, seperti hewan, tanpa berkarya untuk suatu kebajikan buat sesama dan generasi kedepan, anak cucu kita semua?
Dalam mengarungi perjalanan kehidupan ini ada orang2 yang menempuh jalan yang dimurkai yaitu mereka yang mengetahui kebenaran dan kebajikan tetapi mereka mengingkarinya, mereka gemar melakukan kejahatan dan mempengaruhi orang agar melakukan kejahatan seperti yang mereka lakukan. Juga ada orang2 yang menempuh jalan yang sesat perumpamaan mereka ini seperti berjalannya orang buta tetapi bukan buta mata tetapi buta hati. Mereka cenderung mengikuti apa dan siapa saja yang menguntungkan dan menyenangkan mereka, mereka menganggap bahwa kesenangan dunia adalah tujuan akhir perjalanan hidupnya.
Dan ada pula orang-orang yang berjalan dijalan yang lurus dan terang, mereka ini memahami misteri perjalanan hidup ini seperti dari mana mereka berasal dan untuk apa mereka dihadirkan didunia ini lalu akan kemana mereka setelah ini, pandangan mereka jelas ketika mereka menoleh kebelakang dan kedepan karena mereka tengah berada ditengah jalan yang lurus dan mereka tidak terjebak pada pesona kehidupan yang singkat ini ,
Perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang lurus adalah seperti segolongan besar orang yang mengadakan perjalanan menuju suatu tempat yang indah, damai dan tentram yang mereka rindu dan idam2kan, setelah kepenatan dan kekacauan serta kekecewaan yang mereka alami selama ini “ seperti para imigran (hijrah) , dan dalam perjalanan itu ada yang menggunakan mobil, motor maupun berjalan kaki, merangkak bahkan merayap, dan mereka saling menjaga jarak dan saling menghormati juga saling tolong menolong dan melindungi satu sama lain, tanpa memandang status, dll. Karena mereka melihat tujuan dari perjalanannya dan manfaatnya bagi mereka, dan mereka saling menasehati dan menjaga agar bisa bersama-sama mencapai tujuan yang sama2 mereka idamkan. Seumpama seperti orang2 yang tengah mengerjakan shalat berjamaah atau perjalanan menunaikan haji..
Demikianlah keadaan orang-orang yang memahami apa tujuan mereka beragama, dan memahami manfaat dan tujuan agung dan mulia dari berbagai ritual yang mereka amalkan selama ini dan perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang sesat adalah seperti orang yang melakukan perjalanan tetapi tidak pernah sampai kepada tujuan. Perumpamannya seperti segolongan orang2 yang berkenderaan Bom-Bom Car dalam suatu arena yang melingkar, mereka mengenderai kenderaan tanpa ada tujuan pasti dan berputar, mereka menghabiskan banyak biaya, waktu dan energi, yang toh! akhirnya mereka pasti akan berbenturan satu sama lain dan saling adu kekuatan, saling berbangga, saling mensupport yang satu untuk menghancurkan yang lain, dll, hingga baterai kenderaan mereka habis, mereka harus meninggalkan kenderaan mereka masing2 dan keluar dari arena dengan berbagai perasaan masing-masing ! . Demikianlah keadaan orang yang mengamalkan agamanya tanpa memahami manfaat dan tujuan mereka beragama.
Orang-orang yang mengamalkan syariat agama tetapi tidak memahami manfaat dan tidak sampai kepada tujuan itulah yang dimaksud orang-orang yang sesat dan orang-orang yang mengingkari syariat merekalah orang-orang yang dimurkai, syariat akan sia-sia jika tidak sampai kepada manfaat dan tujuan dan manfaat dan tujuan juga tidak dapat dicapai tanpa mengamalkan syariat.
Ada satu pesan Agung yang disampaikan Pencipta, Pemilik dan Penguasa Alam semesta ini kepada manusia pertama yaitu Adam dan hawa dan diteruskan pula oleh setiap para Nabi dan Rasul yaitu firman Allah dalam ( “ Qs: Ikutilah Petunjuk-Ku, siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan sengsara tetapi siapa yang berpaling dari petunjuk-Ku maka kami akan timpakan penderitaan dan hidup sempit ( diantaranya” tidak pernah merasa cukup “ kemudian Kami bangkitkan mereka dalam keadaan buta….“ ) atas dasar inilah Allah Pemilik (Rabb) Alam semesta dan segala isinya ini senatiasa mengutus para Nabi dan Rasul sejak dari Nabi Adam hingga Nabi dan Rasul terakhir yaitu Muhammad Saw dengan membawa petunjuk dari-Nya yaitu kitab suci Al Qur’an dan Sunnah.
Namun jika kita merujuk berbagai kebobrokan dan gejolak yang menerpa umat Islam dewasa ini.maka dapat diambil kesimpulan bahwa masalah yang paling mendasar dari mayoritas umat Islam saat ialah krisis Iman dan Akal sehat untuk menafsirkan dan mengamalkan ajaran agamanya, demikian jugalah yang terjadi pada penganut agama2 sebelumnya. Tujuan keberagamaan mereka telah erosi diterjang banjir keserakahan , kedengkian dan ketidaktauan
Keraguan tentang keber-ADA-an , Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal alam semesta dan segala isinya ini serta ketidak yakinan bahwa DIA akan meminta pertanggungjawaban pada setiap manusia dan akan membalas setiap perbuatan kebajikan kita maupun kejahatan kita, selama hidup dimuka bumi. Masalah inilah yang menyebabkan masih banyaknya orang2 yang gemar melakukan perbuatan menganiaya diri sendiri maupun orang lain dan enggan melakukan kebajikan karena dipandang rugi dan sia-sia.
Serta penafsiran yang bertele-tele dan tidak utuh yang diajarkan oleh sebahagian tokoh2 agama-agama dimasa lalu dan kini , justru malah menimbulkan keraguan dan anggapan bahwa agama tidak dapat mengatasi situasi dan kondisi saat ini dan kedepan, agama tidak dapat menyelesaikan masalah justru menambah rumit masalah dan kekacauan, bahkan agama hanyalah instrument yang hanya melanggar hak azasi manusia. Sehingga banyak orang-orang yang mencari alternative lain yang sebenarnya mereka justru tengah merintis jalan menuju kehancuran diri mereka sendiri dan orang lain dengan menghabiskan waktu, tenaga dan biaya yang sia-sia. Namun tidak demikian pandangan dan prilaku orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan serta ikhlas berbuat kebajikan.
Perumpamaan: Peraturan pemerintah agar setiap pengguna sepeda motor wajib menggunakan helm, yaitu helm yang kuat dan telah teruji dapat melindungi kepala, dan dipakai dengan benar yang tujuannya agar kepala terlindung jika terjadi tabrakan atau terjatuh. Manfaatnya agar sipengguna sepeda motor merasa nyaman dalam berkenderaan, nah yang menjadi pertanyaan apakah perintah ini untuk kepentingan pemerintah atau untuk kepentingan orang yang menggunakan helm tersebut ? apakah peraturan ini melanggar HAM karena ini masalah urusan kepala masing2, atau bukankah ini sebagai wujud dari kasih sayang dan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya ? Demikianlah setiap perintah dan larangan yang disampaikan oleh Penguasa alam semesta ini melalui para Nabi dan Rasul-Nya, kepada mahkluk berakal yang diciptakan-Nya pasti ada manfaat dan tujuannya,bukan sesuatu yang kosong tanpa makna !
Apakah yang mendorong pemerintah suatu negara mengeluarkan perintah dan larangan dan hukum2 bagi warganya ? karena mereka telah melihat kebajikan dan dampak keburukan serta akibat yang ditimbulkannya. Demikian pula para Nabi dan Rasul , mereka telah diperlihatkan realita kehidupan sebelumnya, realita kehidupan saat ini dan realita kehidupan setelah kematian. atas dasar pengetahuan itulah mereka diutus untuk mengajarkan dan memberi kabar gembira dan peringatan kepada manusia sejak dahulu kala
Tentu, tidak semua manusia mau memahami dan mematuhinya sebagaimana peraturan pemerintah suatu Negara, kenyataannya masih banyak orang yang melanggar peraturan pemerintah bahkan dilakukan oleh pegawai pemerintahan sendiri dan penegak serta penjaga peraturan tersebut. Demikian jugalah dengan pemahaman dan pengamalan agama yang terjadi selama ini.
Marilah kita meninjau kembali tujuan keberagamaan maupun kebernegaraan kita. Apakah kita berperan hanya untuk memenuhi kepentingan kita dan keluarga kita saja, seperti hewan, tanpa berkarya untuk suatu kebajikan buat sesama dan generasi kedepan, anak cucu kita semua?
S Y A H A D A T
- Ilmu Fikih : Belajar cara Pengikraran dan pemahaman Syahadat yang benar.
- Hikmah / Manfaat : Mengenal Allah Swt, keber-Ada-an, Nama-Nama-Nya dan
Kekuasaan-Nya Dan lain-lain.
- Tujuan : Agar Mennsucikan dan Mengagungkan Allah jangan sekali-kali
ciptaan-Nya atau dengan sesuatu,
Agar takut dan bersyukur kepada Allah dan Mengingat Nabi Muhammad Saw hanya manusia biasa yang diutus guna
menyampaikan Al Qur’an dan menjadi contoh tauladan bagi seluruh
S H A L A T
- Ilmu Fikih : Cara mengerjakan shalat yang benar dan khusyuk memahami apa yang diucapkan dan menyelaraskan ucapan, katahati dan gerakan
- Hikmah / Manfaat : Pembinaan terhadap jiwa dan raga, untuk mencapai tujuan. Dan
- Tujuan : Agar senatiasa mengingat dan kembali kepada Allah , Membina
sipelaku shalat agar tercegah dari perbuatan keji dan mungkar yaitu
menganiaya diri sendiri maupun orang lain, Membentuk karakter,
Z A K A T
- Ilmu Fikih : Belajar tentang pembayaran dan penyaluran zakat yang benar
- Hikmah / Manfaat : Bersyukur kepada Allah Swt atas karunia-Nya serta mensucikan harta
- Tujuan : Agar tidak menjadi orang kikir, apalagi serakah terhadap sesama,
karena kita pasti akan mati dan kehilangan semua yang kita miliki
P U A S A
- Ilmu Fikih : Belajar cara-cara dan syarat puasa yang benar sesuai tuntunan Nabi
- Hikmah / Manfaat : Agar dapat merasa Kehadiran dan pengawa san Allah Swt dalam
- Tujuan : Agar tetap mengerjakan kebajikan dan menghindari perbuatan jahat
H A J I
- Ilmu Fikih : Belajar cara-cara dan syarat berhaji yang benar sesuai tuntunan Nabi
- Hikmah / Manfaat : Melaksanakan perintah Allah Swt menambah pelajaran dan ilmu
- Tujuan : Menyempurnakan kepatuhan dan kesetiaan kepada Allah dan men
W U D H U K
- Ilmu Fikih : Belajar syarat dan cara-cara berwhuduk sesuai tuntunan Nabi
- Hikmah / manfaat : Membersihkan dan mensucikan raga terutama jiwa sebagai refleksi
- Tujuan : Agar setiap orang merasa nyaman dan tentram berada didekat kita,
D Z I K I R
- Ilmu Fikih : Belajar cara2 dan pemahaman “dzikir mengingat Allah sesuai
- Hikmah / Manfaat : Menentramkan akal dan nafsu serta menenangkan hati, merasakan
- Tujuan : Agar senantiasa mendapat pertolongan Allah Swt guna menghadapi
AL QUR’AN
- Ilmu Fikih : Menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman dengan
- Hikmah / Manfaat : Dapat berdialog dengan Allah Swt, belajar tentang segalah hal dan juga
- Tujuan : Agar jiwa merasa tentram, karena mengerti tentang tujuan hidup ini
dan memahami sebab awal dan akhir segala peristiwa dalam
-
- Jika kita mau menelaah secara bijak dengan akal sehat dan
tidak berprasangka buruk ! maka, pastilah kita mengakui bahwa Tidak
kelirulah Allah Swt, Pencipta alam semesta ini ketika berfirman QS:
Telah Ku-sempurnakan Islam itu sebagai agamamu… QS: Tidaklah kami
mengutus engkau wahai Muhammad kecuali menjadi rahmat bagi alam
semesta. Dan tidak salah pula Nabi Muhammad Saw mengatakan “ Tidaklah
aku diutus kecuali memperbaiki / menyempurnakan Akhlak.
. Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah Swt, Karena hanya Allah Swt yang Paling Benar dan Paling Mengetahui segalanya
Akhir kata “ Mencari dan meraih Ampunan , KasihSayang dan Keridhaan Allah-lah tujuan akhir dari pengabdian kita, yang bermanfaat baik didunia maupun akhirat.
- *** QS: “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”***
- QS: Al Kahf 29 : Kebenaran itu datangnya dari Rabb “Pemilik, “ Pencipta”-mu, Barangsiapa yang mau beriman, (percaya) maka “ Berimanlah ! “ Dan Barangsiapa yang ingin tetap ingkar, maka ” Ingkarlah !”…..dst
Oleh : Muhammad Dharmawan
Hp : 0852-9657-5000
0 komentar:
Poskan Komentar