Kamis, Agustus 18, 2011


 Meniti kejujuran Menuju Kepastian

   Islam adalah sebuah agama yang ajarannya sangat rasional  yang diturunkan oleh Pencipta alam semesta ini yang didasari  dengan  kasih sayang dan kejujuran dari Pemilik alam semesta ini kepada manusia ciptaanNya, semua ritual, aturan-aturan  serta ajaran dalam agama Islam bertujuan multi dimensi diantaranya : sebagai wujud kepatuhan dan kesetiaan kepada Pencipta Alam semesta ini, menciptakan keharmonisan dan ketenangan dalam tatanan kehidupan  juga membina dan membentuk manusia-manusia yang memiliki sifat kasih sayang dan  berkarakter jujur yaitu: berkata benar, menepati janji serta bisa dipercaya  inilah yang menjadi ciri-ciri mutlak sebagai indentitas seorang Islam , jika kebalikan dari ciri-ciri tersebut diatas dapat dipastikan itu bukan seorang yang beragama Islam tetapi kafir ,musyrik atau munafik.

Bentuk dari kepatuhan  kepada Pemilik alam semesta ini ialah mengerjakan apa yang diperintahkan-Nya dan meninggalkan apa yang dilarang-Nya, ini semua dapat dipastikan bertujuan demi kepentingan bagi manusia itu sendiri , karena Pemilik (Rabb) alam semesta ini telah menetapkan aturan-aturan baku “fitrah” terhadap seluruh isi alam semesta ini dan konsekwensinya jika melanggar aturan-aturan tersebut, yang pasti akan berdampak langsung terhadap manusia itu sendiri atau tatanan kehidupan manusia secara langsung maupun  tidak langsung atau secara cepat ataupun lambat tetapi pasti, jika ada seseorang yang mengaku Islam namun melanggar perintah-Nya dan mengerjakan larangan-Nya pasti dia kafir (ingkar).  
Sedangkan kesetiaan kepada Pemilik alam semesta ini adalah dengan tidak menduakan-Nya atau mensejajarkan-Nya dengan satu apapun juga atau siapapun juga , dengan maksud selain dari pada-Nya semua boleh disekutukan atau diduakan, karena selain dari Pemilik alam semesta dan segala isinya ini tidak memiliki kekuasaan individual dan mutlak tetapi hanya bersifat pinjaman dan sementara sehingga dengan menduakan-Nya berarti menganggap bahwa ada kepemilikan dan kekuasaan lain diluar Kepemilikan dan Kekuasaan-Nya, prasangka yang demikian ini akan menyulitkan dan memojokkan manusia tersebut ketika menempuh perjalanan selanjutnya yaitu perjalanan setelah kematian karena apa atau siapa yang mereka anggap memiliki kuasa selain Pemilik alam semesta ini  ternyata tidak kuasa menolong mereka barulah manusia itu menyadari bahwa apa yang mereka prasangkakan selama ini ternyata telah menipu diri mereka sendiri, padahal jika setiap manusia itu mau berpikir secara jernih dan rasional bahwa apa yang mereka anggap selama ini memiliki kekuasaan selain dari Pemilik alam semesta ini pada dasarnya hanyalah mitos, pengkultusan atau rekayasa dan tidak bisa dibuktikan secara fakta dan nyata dan jika seseorang yang mengaku Islam namun mensekutukan atau menduakan Pemilik Alam semesta ini dan tidak setia sampai mati pasti dia musyrik.
Sifat kasih dan sayang serta  kejujuran adalah  sebagai barometer yang mengindentifikasikan  keIslaman seseorang yang dapat dibuktikan secara nyata dan juga dapat dikenal seberapa dekat hubungan seseorang itu dengan Pemilik alam semesta ini.  bukan dari jargon, symbol, suara-suara indah maupun kedudukan yang mereka miliki sebagai barometer keIslaman seseorang.  karena seseorang yang memiliki sifat kebalikan dari sifat kasih dan sayang yaitu serakah (ingin menguasai hak orang lain) dan pendengki (ingin menjatuhkan orang lain)  pasti dia tidak akan bisa bersifat jujur “ berkata benar, menepati janji dan bisa dipercaya ”  dan seseorang yang mengaku Islam tetapi tidak jujur pasti munafik, meskipun mereka berbusana dan beribadah  sebagaimana layaknya seorang Islam.
Jika kita kembali kepada kemurnian dan tujuan dari ajaran Islam maka dapat dipastikan bahwa Nabi Muhammad Saw dan pengikutnya hingga akhir jaman adalah orang-orang yang menjadi rahmat bagi alam semesta tidak ada yang membenci atau memusuhi mereka kecuali orang-orang yang ingkar kepada Pencipta-Nya dan orang-orang yang serakah dan pendengki,
Karena kehadiran Nabi Muhammad Saw dan pengikutnya dari dahulu hingga akhir jaman  akan mengusik orang-orang yang memiliki sifat serakah dan pendengki ini, mereka inilah orang-orang yang lalai dan sangat mencintai dunia, sehingga mereka terseret arus pusaran kemegahan dan kemewahan bumi hingga ketika ajal menjemput barulah mereka menyadari ternyata mereka tidak benar-benar memiliki atau menguasai apa yang selama ini mereka usahakan atau yang mereka anggap sebagai milik mereka,  bahkan terhadap jasad mereka sendiripun ternyata  mereka tidak memiliki kekuasaan apapun dan mereka akan meninggalkan semuanya dengan beban perasaan yang berkecamuk, kekecewaan yang bergejolak dahsyat akibat kecintaan dan kesetiaan mereka kepada selain Pemilik alam semesta ini dan ini adalah suatu kepastian yang nyata yang bisa kita baca dari fakta yang ada dan setiap orang hanya tinggal tunggu waktunya sesuai dengan timer yang telah ditetapkan atas diri setiap orang
Yang pasti orang-orang yang demikian ini pada dasarnya tidak mengenal benar Pemiliknya dan kekuasaan Allah Swt serta kenyataan yang akan mereka hadapi kedepan.
  Jadi jelas dalam ajaran Islam juga ritual-ritual yang diperintahkan sesungguhnya adalah sebagai sarana yang sarat dengan petunjuk serta pembinaan serta pembentukan karakter demi kepentingan manusia itu sendiri dalam meniti perjalanan kehidupan ini maupun perjalanan setelah kehidupan ini, karena kehidupan tidaklah berakhir pada kematian tetapi kematian itu adalah awal dari tahapan kehidupan yang lebih panjang dan abadi,
 Karena aturan-aturan dan konsekwensi setiap tahapan perjalanan kehidupan  telah ditentukan dan ditetapkan oleh Pemilik alam semesta ini tanpa ada perubahan , petunjuk dan aturan perjalananpun telah diberikan beserta contohnya yaitu Al Qur’an dan Nabi Muhammad Saw, sehingga tidak ada alasan untuk mengatakan tidak mengetahuinya, dan setiap manusia harus menempuh setiap jalan yang diambilnya dengan arah yang jelas yaitu jalan menuju kebahagiaan yang abadi atau jalan menuju penderitaan yang abadi.
  Awal perjalanan ini dapat kita buktikan dalam kehidupan sekarang ini yaitu seorang yang pengasih, penyayang serta jujur pasti tenang jiwanya dan bahagia hidupnya, karena tidak ada beban yang harus dipertanggung-jawabkannya baik didunia maupun dihari hisab kelak  dan setiap orang yang dikenalnya pasti akan menyenanginya dan siap membantunya, karena dia mengenal Pemiliknya yang berkuasa atasnya sehingga dia bisa menerima apapun keadaannya tanpa berkeluh kesah dia akan tetap setia kepada Pemilik (Rabb)nya yaitu Allah dan akan ikhlas  mengorbankan ilmu, harta bahkan jiwanya demi kepentingan agamanya dijalan Allah bukan mengorbankan agama demi kepentingan harta dan ambisinya.
  Pastilah orang-orang yang demikian ini akan berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai hasil dari pengabdiannya sebagai pengikut Nabi Muhammad Saw
Sedangkan seorang yang serakah dan pendengki serta pembohong pasti jiwanya tidak akan bisa tentram dan dalam hidupnya selalu merasa kekurangan dan senantiasa dalam kekecewaan dan ketakutan, setiap orang yang dikenalnya pasti tidak akan menyenanginya kecuali terpaksa, dan orang-orang yang demikian ini selalu tidak bisa menerima keadaan dan tidak pernah puas dengan apa yang dimilikinya, mereka cenderung membuat berbagai kerusakan termasuk kerusakan dalam ilmu agama serta permusuhan juga pertumpahan darah dimuka bumi ini, mereka tidak ihklas dalam menyampaikan ajaran serta menjalankan kepentingan agamanya dan selalu mengharap balas jasa “upah” dari sesamanya bahkan sebagian mereka cenderung menjual ilmu agama yang dimiliknya dengan membeli harta dan memenuhi berbagai ambisi duniawinya, sehingga mengakibatkan tersendat-sendat, bertele-tele  serta tidak meratanya penyampaian ilmu agama yang benar kepada orang-orang yang seharusnya berhak untuk mendapatkannya, orang-orang demikian inilah yang mencerminkan sifat-sifat iblis didalam kesehariannya bagi para pengikut iblis ini  dapat dipastikan penderitaan abadi sebagai ganjarannya, kecuali mereka bertaubat dan mengadakan perbaikan sebelum ajal menjemputnya.
           Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah karena hanya Dia-lah yang paling benar dan paling mengetahui awal dan akhir dari segala sesuatunya dan sebagai manusia kita hanyalah sekedar menyampaikan apa yang kita yakini . semoga ada manfaatnya.
                                           

0 komentar:

Poskan Komentar