Selasa, September 08, 2009

Syahadat tentang Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad Saw adalah salah seorang manusia dari bangsa Arab yang diangkat dan diutus oleh Pencipta dan Pemilik alam semesta ini yang ditugaskan untuk menyampaikan pesan² serta memberi peringatan dan kabar gembira dari Pemilik (Tuan/Majikan) alam semesta dan segala isinya  untuk disampaikan kepada seluruh manusia yang telah diciptakanNya, ( Qs; Adz Dzaariya 56 Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali  untuk mengabdi/menghamba padaKu)
Yang mana dalam mengemban tugas ini beliau harus menghadapi berbagai cobaan dari orang² yang lupa diri, yaitu orang-orang yang telah lupa pada Penciptanya yang telah menciptakan jiwa dan raga setiap manusia  dari tidak ada menjadi ada dan yang telah memberi berbagai kenikmatan kepada manusia, agar mereka ingat dan bersyukur juga kepada manusia yang  serakah dan pendengki. dan beliaupun rela mengorbankan berbagai fasilitas yang dipinjamkan Pencipta alam semesta ini kepadanya bahkan jiwa dan raganya demi kepentingan tugas yang diembannya, untuk kepentingan dirinya dan manusia lainnya.
Suatu pengorbanan yang sangat berarti dan bermanfaat bagi orang yang sadar dan sesuatu yang menjengkelkan bagi orang yang tidak tau diri dan dungu.    
      Bacalah, dengan nama Rabb-mu Yang Menciptakan !, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Rabb-mu lah Yang Paling Pengasih, ( Qs:Al ‘Alaq ;1-3 ).
Inilah ayat yang pertama yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw melalui Malaikat Jibril As sebagai perintah yang memotivasinya untuk mencari dan mengenal siapa nama Rabb – nya (Tuan-nya/ Pemilik-nya ) yang mampu menciptakan dan yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah, juga Rabb yang paling Pengasih.  Makna Rabb itu sendiri adalah sebutan atau gelar terhadap para bangsawan atau tuan (pemilik budak²) pada saat itu. ( Ref. kata ” rabb “ >> Qs; Yusuf,  41-42 ) atau Lord dalam bahasa Inggris.
Sehingga ketika wahyu pertama ini disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw,  maka mulailah ia meneliti dan mencari  diantara para Rabb yang ada saat itu yang mampu menciptakan manusia , dan yang paling Pengasih  namun beliau tidak menemukan satupun dari para rabb yang ada pada saat itu yang mampu berbuat demikian, hingga akhirnya beliaupun mengetahui dan mengenal bahwa Rabb-nya bernama Allah,  karena hanya Allah Pencipta dan Pemilik mutlak alam semesta dan segala isinya ini, maka tercetuslah kalimat “ Dengan nama Allah yang Pengasih lagi penyayang “  Rabb yang telah menciptakan alam semesta dan segala isinya ini juga menciptakan manusia dari saripati tanah menjadi segumpal darah hingga berwujud manusia.  Rabb yang telah menciptakan segala fasilitas untuk kepentingan dan kebutuhan manusia dan diajarkanlah padanya untuk mewajibkan setiap pengikutnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat. Asyhadu an Laa Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadurrasullullah yang artinya ” Tidak ada Yang Kuasa kecuali Allah ( Yang berkuasa mutlak atas seluruh ciptaanNya) dan Muhammad adalah utusan Allah ”(Yang menyampaikan kebenaran dari Pencipta dan Pemilik alam semesta ini)
Kalimat yang pertama untuk menegaskan Keberadaan, Kekuasaan dan Nama dari Pencipta alam semesta ini, sehingga setiap pengikutnya memiliki pedoman untuk  mengabdi dan memohon pertolongan kepada Penciptanya secara langsung tanpa  memerlukan perantara dengan satu komitmen “ Kami berasal dari Allah dan dihadirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah lalu kami akan pulang kembali kepada Allah “ inilah Jalan yang lurus “ Shirattal Mustaqiim ” Allah hanya memberikan NamaNya saja pada kita sebagai alamat untuk bertemu denganNya kelak, maka umat Islam harus melazimkan Nama Allah itu di mulut, pikiran dan dihati mereka , bukan lain dimulut lain pula dihati dan perlu dipahami dan dimengerti penyebutan kata tuhan oleh empat atau lima penganut agama, kelihatannya saja mereka bersatu dimulut tetapi sesungguhnya mereka pecah dihati dan saling tidak mau tunduk dan beriman satu sama lain, dan mereka mengakui hal ini. itulah cermin dari ajaran kemunafikan.  kalimat yang kedua menegaskan posisinya  bahwa dia  hanyalah seorang Rasul, Utusan “Penyampai pesan” dan seorang hamba dari Pencipta alam semesta ini, kedua kalimat  Syahadat ini adalah sebuah proteksi terhadap pengikutnya agar umat Islam tidak tersesat dan kehilangan arah dan tujuan sebagaimana yang terjadi pada umat-umat agama sebelumnya, mereka sekarang telah kehilangan indentitas yang benar dari Pencipta Alam semesta ini, mereka juga tidak memiliki sebuah nama yang satu  dari Pencipta Alam semesta ini dan disepakati oleh seluruh pengikut agama-agama tersebut,  yang mana akhirnya mereka menyebut dan meminta pertolongan dan menyembah pada nama – nama bahkan benda-benda apa saja yang ditawarkan oleh tokoh-tokoh yang mereka ikuti,  sebagai doktrin agama dalam upaya  pemasungan akal.
Juga Dua kalimat Syahadat ini juga berfungsi sebagai proteksi kepada pengikut Nabi Muhammad Saw sehingga tidak ada alasan atau peluang untuk mengangkat derajatnya lebih tinggi dari seorang Rasul,  . seperti anak, perantara, sekutu dan lain sebagainya, sebagaimana predikat yang pernah disandangkan orang-orang terdahulu pada utusan-utusan sebelumnya yang mana akhirnya mereka menyembah dan meminta pertolongan kepada utusan-utusan tersebut , inilah salah satu penyesatan yang begitu nyata dan berbahaya tentang akidah dan inilah juga sebagai bukti bahwa ajaran Islam bukanlah ajaran dari hasil pikiran manusia, bagaimana Pencipta itu memproteksi Kitab suci, Diri-Nya juga Nabi-Nya dari ketercemaran sebagai mana yang terjadi pada agama sebelumnya dalam mempersiapkan Islam sebagai agama terakhir untuk manusia-manusia akhir jaman.
Manusia yang sudah dicerahkan akalnya  pasti hanya mau untuk mengabdi dan bersujud hanya kepada Pencipta akalnya bukan pada akal-akalan orang lain atau sesuatu yang tidak berakal.

0 komentar:

Poskan Komentar