Jika kita berbicara tentang, kapan terwujudnya kemenangan Islam ? sebenarnya jawabannya sudah Allah isyaratkan dalam azan atau qamat. Dimana disebutkan disitu bahwa Allah Dia Besar jadi umat Islam tidak perlu takut karena selainNya kecil dan semua kejadian dimuka bumi ini seperti bencana, musibah, pembantaian, penyerangan dll itu semua masih dalam koridor pengetahuan, kekuasaan dan izin dari Allah. Untuk itulah umat Islam diperintahkan meluruskan Tauhid dengan Asyhadu an Laa Ilaha Illallah wa Asyhadu anna Muhammadurrasullullah artinya Aku bersaksi tidak ada Penguasa/Yang Kuasa kecuali Allah (yang berkuasa mutlak atas seluruh ciptaanNya) dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasul/Utusan Allah (yang menyampaikan kebenaran dari Allah) sembari menanam satu komitmen dalam jiwa ” PadaMu Allah kami berjanji, Hanya kepadaMu kami mengabdi, dan hanya kepadaMu ya Allah kami berbakti (bertaqwa) dan hanya BagiMu Allah jiwa dan raga kami. Inna Lillahi wa inna Illahi roji’un serta memperkokoh komitmennya untuk menerapkan akhlak Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan sehari² seperti jujur, amanah, kasih sayang, ikhlas, dan lain-lain, kemudian mendirikan shalat dengan khusyuk ” dengan sadar dan sungguh-sungguh ” .
Shalat adalah satu-satunya penyembahan yang paling murni dan logis kepada Pencipta alam semesta ini, dimana dalam setiap gerak dan ucapan-ucapannya sudah menghadirkan hubungan yang erat antara ciptaan dan Penciptanya, tanpa perlu gambaran, alat konsentrasi atau perantara, serta sarat dengan pelajaran serta keterangan juga peringatan yang sangat berguna untuk kepentingan dan kebutuhan jiwa manusia itu sendiri !
Al hajj 77 ” Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, mengabdilah pada Rabb-mu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
Qs: Al Ankabuut 45 ” Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. ; (Thaahaa 14 : Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Penguasa (yang berkuasa) selain Aku, maka mengabdilah padaKu dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.)
Bagaimana mungkin Allah akan mempersatukan atau memenangkan umat Islam, yang mereka sendiri belum bisa tercegah dari perbuatan keji dan mungkar ? yang mereka sendiri masih berkutet dengan urusan – urusan kecil yang mengakibatkan mereka terpecah belah dan bermusuhan dan melupakan urusan yang besar dan tujuan mereka beragama, jikalau kemenangan itu terjadi, pastilah akan semakin hancur dan banjir darah dimuka bumi ini. Jadi sadarilah, kemenangan umat Islam didunia maupun akhirat itu hanya bisa terwujud dan terealisasi jika umat Islam bisa mensucikan dan mengagungkan Allah, atas ZatNya, NamaNya dan atau Sifat²Nya serta tercegahnya mayoritas umat Islam dari perbuatan keji dan mungkar ( menganiaya diri sendiri maupun orang lain ), serta tolong menolong dan saling kasihsayang diantara umat Islam, dan menjadi contoh bagi umat-umat lainnya… Insya Allah.!
Bukankah Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum hingga kaum itu sendiri sadar dan mau merubahnya ?
0 komentar:
Poskan Komentar