Ka’bah , adalah sebagai pusat untuk menghadap bagi umat Islam ketika melaksanakan shalat, disamping sebagai pusat kunjungan ibadah bagi umat Islam.
Qs; Al Maa’idah 97 ( Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci itu sebagai pusat (peribadatan dan urusan dunia) bagi manusia,... ) ; Qs;Qurasy 3: (Maka hendaklah mereka menyembah Pemilik rumah ini (Ka’bah)).
Ka’bah pada awalnya adalah sebuah bangunan kubus yang dibuat dari batu-batu besar yang didirikan oleh seorang Nabi yang bernama Ibrahim as. Sebagai hasil dari perjalanan spritualnya dalam pencarian dan pengenalannya kepada Pencipta alam semesta ini, setelah beliau menyerah dan memahami ternyata dia tidak bisa melihat atau membayangkan zat atau wujud Pencipta alam semesta ini, maka sebagai manusia biasa dia juga mencari sarana untuk melaksanakan peribadatannya untuk menyampaikan rasa syukur dan memohon perlindungan kepada Pemilik (Rabb) alam semesta ini, maka dibuatlah sebuah bangunan/rumah tanpa penghuni dan kosong dari patung-patung. Kemudian dia menyatakan inilah perumpamaan ” Rumah Allah ”. Kemudian dia berdoa dan mengadakan ritual² disekeliling rumah itu sebagai peribadatan dan penyampaian rasa syukurnya, karena pada zaman itu setiap rumah² ibadah ( kuil ) didalamnya selalu ada patung² sebagai fokus pemujaan dan penyembahan, hasil dari apa yang diperbuatnya, ternyata mendapat ridha dari Allah karena dia tidak mengumpamakan, menyerupakan atau menyekutukan Zat Allah dengan sesuatu dalam peribadatannya bahkan didalam tempat peribadatannya, karena didalamnya hanyalah sebuah ruang kosong. Dia juga memiliki komitmen bahwa dia tidak menyembah, tunduk dan patuh kecuali kepada Pencipta alam semesta ini. Dia juga menyadari dengan sepenuhnya bahwa rumah (tempat ibadah) yang dibangunnya adalah sebuah perumpamaan, agar dia dapat beribadah lebih konsentrasi tanpa membayangkan Zat atau Wujud Pencipta alam semesta ini, yang dapat membuatnya menjadi syirik,
Tetapi siapa sangka pada ajaran yang diturunkan pada Nabi Muhammad Saw , Allah justru meridhai niat dan ketulusan Nabi Ibrahim, dan Allah juga menyatakan itu rumahNya dan memerintahkan kepada Nabi Muhammad untuk membersihkan rumah itu dari segala jenis patung² yang mencemari kesucian rumah itu karena patung yang ada didalam rumah itu (Ka’bah) nazis, haram dan syirik, juga jahil ,yang mana sebelumnya Ka’bah itu dikuasai oleh para penyembah patung, yang didalam ruangannya ada patung dan juga diperintahkan kepada Nabi Muhammad dan umat pengikutnya untuk mengunjungi dan beribadah disekitar rumah suci itu untuk mengingat Allah disamping untuk mengenang dan mencontoh perjalanan tauhidnya Nabi Ibrahim, serta mengambil pelajaran, dll. kalaulah umat Islam ketika shalat diperintahkan untuk menghadap ke Ka’bah, bukanlah berarti menyembah Ka’bah, tetapi sebagai pusat penghadapan untuk penyatuan dan keteraturan, karena dalam Islam ada shalat berjamaah, jika tidak diperintahkan demikian maka umat Islam yang akan berjamaah dengan sekian banyak orang, jika mereka diberi kebebasan untuk menghadap kemana saja yang mereka suka, yang terjadi justru adalah kekacauan dan saling bertubrukan satu sama lain , bahkan mungkin akan terjadi peperangan, karena masing² akan bertahan dengan kiblatnya.
Jadi jelas shalat menghadap ke ka’bah adalah suatu perintah yang sangat rasional dan alami, untuk suatu tujuan perencanaan sebagai peringatan dan pembelajaran bagi umat Islam kedepan yang tidak terpikirkan oleh manusia sebelumya. suatu ibadah yang sangat mengagumkan yang mampu menampung jutaan orang yang shalat, disatu tempat, dengan satu titik fokus, berdampingan mereka bergerak² namun tidak saling berbenturan satu sama lain, keadaan mereka justru saling berdampingan dan bersahabat mengawasi yang didepannya dan menjadi contoh bagi yang dibelakangnya dan banyak lagi yang bisa dipetik hikmah² yang terkandung didalamnya sebagai pelajaran untuk kehidupan, kebersamaan, saling tolong-menolong, kesabaran dan persatuan.
0 komentar:
Poskan Komentar