Al baqarah 174 – 177
( Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan ( tidak menyampaikan ) apa yang telah diturunkan Allah SWT, yaitu Al Qur’an dan menjual /mengharapkan sedikit keuntungan “materi” sebagai imbalan (ketika menyampaikan ), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah SWT tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak akan mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih.
Mereka itulah orang-orang yang membeli kesesatan dengan ( menjual ) petunjuk dan ( membeli ) siksa dengan ( menjual ) ampunan. Maka alangkah beraninya mereka menentang api neraka!
Yang demikian itu adalah karena Allah SWT telah menurunkan Al Qur’an dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Qur’an itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh.
Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah SWT, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam perjuangan..Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertaqwa. ))
Allah SWT berulangkali menurunkan petunjuk berbentuk kitab “buku” atau mushaf sejak jaman dahulu kepada para Nabi – nabi-Nya sebagai tuntunan dan petunjuk jalan bagi manusia untuk kembali kepadaNya serta tuntunan agar manusia itu dapat hidup dengan adil, makmur dan bermakna namun setiap kali petunjuk itu sampai dan mulai diakui kebenarannya maka setiap kali itu pula adanya upaya dan usaha dari orang-orang yang mengetahui betapa pentingnya petunjuk Allah SWT itu dan betapa banyaknya orang yang membutuhkan keterangan-keterangan dari petunjuk Allah SWT itu maka timbullah keserakahan dan kedengkian dihati para tokoh-tokoh yang menguasai petunjuk atau kitab-kitab tersebut lalu mulailah mereka menjadikan petunjuk itu sebagai proyek untuk berbagai kepentingan, seperti kepentingan mencari nafkah, harta ,kehormatan , kedudukan ,dll dan akan tetap mempertahankan posisi-posisi mereka dengan cara apapun, bahkan dengan mencelakakan atau membunuh Nabi-Nabi yang diutus Allah untuk memperingatkan mereka..
Dalam upaya untuk suksesnya misi-misi mereka maka tak jarang para tokoh-tokoh ini menyembunyikan, merobah bahkan menyebarkan berbagai fitnah dll , yang bertujuan agar kitab atau petunjuk Allah SWT itu tidak sampai kepada orang lain, mereka juga mengutarakan berbagai alasan yang mereka ada-adakan misalnya bahwa petunjuk itu hanya bisa dipahami oleh orang-orang tertentu seperti mereka dan orang lain atau awam tidak boleh karena bisa sesat, padahal bukan mereka yang memiliki kuasa untuk memberi petunjuk atau menyesatkan tetapi Allah SWT , bahkan tak jarang tokoh-tokoh itu sendiri justru tersesat dalam petunjuk, karena keserakahan dan kedengkian mereka.
Mereka mewarisi petunjuk dari tokoh-tokoh yang tidak ikhlas dan dengan ketidak ikhlasan itu pulalah mereka menyampaikan petunjuk dari Allah SWT itu. Maka terjadilah transaksi antara materi duniawi dan petunjuk Allah SWT, maka terjadilah penyembunyian, perobahan bahkan penghilangan sebagian dari kebenaran yang hakiki dari petunjuk yang pernah diturunkan Allah SWT semenjak dahulu. agar para tokoh-tokoh ini dapat terus menopang hidupnya dengan memperjual belikan petunjuk Allah SWT, karena perbuatan jahat dari tokoh-tokoh yang serakah dan pendengki inilah makanya Allah SWT mengutus para Nabi dan Rasulnya berulang – ulang disamping untuk menjelaskan kembali apa-apa yang sudah hilang, kabur atau terkontaminasi juga untuk memperbaharui petunjukNya sesuai dengan jaman dan perkembangan akal manusia, demikian itulah yang terjadi pada agama – agama terdahulu, hingga diturunkan Al Qur’an sebagai petunjuk yang terakhir yang diturunkanNya melalui Nabi Muhammad SAW., dan untuk kitab yang satu ini Allah SWT langsung menjaganya dari usaha-usaha tokoh-tokoh serakah dan pendengki ini agar mereka tidak bisa merobah atau menghilangkannya., namun bukan berarti tokoh-tokoh yang dimurkai dan zalim ini menyerah , seakan-akan mereka waris mewarisi kebiasaan buruk ini dari dahulu hingga sekarang, hanya demi untuk memenuhi ambisi –ambisi mereka seperti mencari nafkah, harta, kehormatan atau kedudukan.
Bukti kejadian pemakaran ini bisa kita ambil contoh seperti di Indonesia sudah berapa lama ajaran Islam itu sampai diIndonesia dan berapa banyak umat Islam yang memahami Al Qur’an dan menjadikannya sebagai petunjuk atau pedoman pribadinya ?
Sesungguhnya tugas utama Nabi Muhammad SAW adalah menyampaikan Al Qur’an “ Ayat-ayat Allah SWT “ dengan jelas agar bisa dipahami oleh pengikutnya. dan memberi penjelasan sesuai dengan keadaan masyarakatnya pada saat itu dan setelah wafatnya beliau maka Nabi Muhammad SAW menyerahkan kembali urusannya kepada Allah SWT.
Demikian jugalah setiap penganut agama Islam seharusnya berusaha untuk mengerti dan memahami Al Qur’an secara keseluruhan dan mengamalkannya serta mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama, dengan tetap berpedoman pada penjelasan-penjelasan yang telah disampaikan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang yang telah disucikan yang menjadi contoh langsung dari petunjuk yang telah diturunkan Allah SWT padanya.
Untuk kepentingan inilah Allah SWT menjaga Al Qur’an itu dari jamahan orang – orang munafik (penghianat) dan fasik (perusak) hingga mereka tidak kuasa untuk merubah keoriginalan Al Qur’an, sebagai kitab terakhir dan sepanjang masa.
Namun juga perlu diwaspadai tentulah Iblis dan pengikutnya juga tidak menyerah dalam usaha untuk menyesatkan manusia dari petunjuk Allah SWT , maka mereka mengambil jejak – jejak Nabi sebagai alternatif penyesatannya, sebagaimana yang dilakukan Samiri terhadap pengikut Nabi Musa, misalnya dengan Haddits, perbedaan – perbedaan yang ada didalamnya adalah peluang bagi Iblis dkk. untuk membenturkan antara pemahamam riwayat Haddits yang satu dengan pemahaman Haddits yang lain, yang mengakibatkan permusuhan, bentrokan bahkan pembantaian antara pengikut yang satu dengan pengikut yang lainnya, seperti Sunni dan Syiah dan lain lain. tetapi yang pasti mereka tidak mengambil Al Qur’an sebagai pelajaran atau pedoman awal baru kemudian mengambil Haddist maupun pendapat ulama yang tidak bertentangan dengan Al Qur’an sebagai acuan,
Untuk menghindari ragam pertentangan inilah makanya Allah SWT menyampaikan Al Qur’an yang mana diantara ayat – ayat-Nya itu tidak ada yang saling bertentangan satu sama lain namun saling mendukung dan orang- orang yang saling bertentangan itu hakikatnya mereka tidak mengerti dan memahami tujuan beragama (diin) serta pengabdiannya atau ibadahnya kepada Allah SWT. mereka hanya mengikuti saja pendapat tokoh-tokohnya dengan nafsu bukan dengan akal. hal demikian ini bisa terjadi disebabkan ada upaya penyembunyian dan fitnah terhadap Al Qur,an terlebih dahulu serta penyampaian yang sepenggal-penggal dan tidak menyeluruh..
Sebaik-baiknya berdakwah adalah mengajak manusia untuk memahami dan mempelajari setiap ayat-ayat Allah SWT dalam Al Qur’an sesuai dengan kemampuan dan mengamalkannya dan menyampaikan ilmu agama atau petunjuk Allah yang kita miliki adalah suatu kewajiban dan berkorban dengan harta, waktu, tenaga dll untuk kepentingan penyampaian itu adalah kemuliaan.
Al Baqarah 159 (. Sesungguhnya orang-orang yang menyembunyikan( tidak menyampaikan) apa yang telah Kami turunkan berupa keterangan-keterangan (yang jelas) dan petunjuk, setelah Kami menerangkannya kepada manusia dalam Al Kitab “Al Qur’an ”, mereka itu dilaknati Allah dan dilaknati (pula) oleh semua (makhluk) yang dapat melaknati, ) dan tidak ada kewajiban orang muslim untuk melindungi dan menutupi kebejatan dan kemungkaran saudara seagamanya. karena dia justru lebih bejat justru umat islam itu diperintahkan untuk berbuat amar makruf nahi mungkar meskipun terhadap sesama orang Islam
0 komentar:
Poskan Komentar