Kamis, Agustus 27, 2009

Mengenal Ke- Ahad-an Allah

Dia juga akan menghimbau dengan mengatakan “ Qul huwallahu ahad, Allahu shamad “ katakanlah “ Dialah Allah  Dia Tunggal ”. dan ini bisa dibuktikan, seandainya ada dua atau lebih Pencipta, Pemilik dan Penguasa dialam semesta ini, maka tentulah akan berperanglah satu sama lainnya untuk menunjukkan keunggulannya masing², dan akan lenyaplah hukum² dan keteraturan alam semesta ini bahkan binasa semuanya.  Allah! Dia Shamad (tujuan segala harapan)” . Karena hanya Dia sajalah yang memiliki kepemilikan serta kekuasaan mutlak tanpa batas untuk berbuat apa saja yang dikehendakiNya terhadap seluruh ciptaanNya dan Dia pulalah yang mengatur, membentuk dan mengurus seluruh mahluk yang ada dialam ini dan alam lainnya, sebagaimana yang dapat kita buktikan dari semua yang telah diciptakanNya dialam semesta ini, jangankan berpikiran untuk melihat Penciptanya, mengenal dan melihat semua ciptaanNya saja manusia masih sangat minim dan terbatas. Allah ! yang selainNya hanyalah ciptaanNya yang melaksanakan apa yang dikehendakiNya lalu mati, karena jika ada satu zat atau atom yang bergerak tanpa kehendakNya jelas tentu ada illah (Kuasa) lain yang mengerakkannya tanpa diketahuiNya berarti ada 2 illah (Kuasa) dan itu mustahil !. Dan juga, Allah ! Dia tidak dilahirkan ataupun melahirkan, tetapi Dialah yang menciptakan manusia dengan segala pikiran dan perasaannya. Juga menciptakan laki² dan perempuan,  Allah ! Dia tidak  punya istri, apalagi anak, bagaimana mungkin dikatakan memiliki/ mempunyai anak atau putra jika istri saja Dia tidak punya ! tidak logis, kan ? cuma mengada² saja, sebuah permainan kata²  yang bertujuan sebagai fitnah yang keji kepadaNya . Jikalaupun ada, siapa nama istriNya ? carilah disemua kitab suci dari semua agama yang ada dimuka bumi ini yang mengabarkan bahwa ”Pencipta alam semesta itu mengatakan bahwa Dia memiliki Istri yang bernama si anu dan mempunyai anak yang bernama si polan dan sipolan serta mempunyai cucu, mertua dll. Ketahuilah, Allah !  tidak ada sesuatupun yang seumpama denganNya dan suci dari apa yang dipikirkan dan reka² manusia tentangNya.
  Bahwa sudah menjadi sifat dasar setiap manusia untuk meminta pertolongan dan berharap pada sesuatu yang dianggap lebih berkuasa dari padanya. Jika ada manusia yang meminta pertolongan dan berharap pada seseorang atau sesuatu yang sama lemahnya atau lebih lemah dari dirinya, jelas manusia tersebut telah mati kemanusiaannya atau telah lumpuh akalnya.

0 komentar:

Poskan Komentar