Sabtu, Agustus 29, 2009

Hakikat Bismillaahir Rohmaanir Rohiim

           Sesungguhnya  Pencipta, Pemilik sekaligus Penguasa alam semesta dan segala isinya ini telah menetapkan  bahwasannya : NamaNya Allah dan menetapkan atas ZatNya sifat Pengasih lagi Penyayang (Bismillaahir Rohmaanir Rohiim) dan Allah juga telah menetapkan atas iblis sifat  Keingkaran (ketidak patuhan) , Keserakahan (tidak merasa cukup / bersyukur dan keinginan untuk menguasai hak orang lain dengan bathil). Dan Kedengkian (tidak bisa menerima, dan ingin menjatuhkan / menghancurkan). Inilah yang menjadi sifat dasar iblis juga sifat orang² yang selama ini mengikuti jalannya,  yang mana sifat² tercela tersebut dianggap dalam agama/ajaran lain sebagai dosa warisan yang dapat ditebus dengan mengorbankan seorang anak manusia dengan cara disiksa, disalib dan dibunuh. padahal bagaimana mungkin, justru itu mencontohkan perbuatan orang² yang  serakah dan kedengkian serta keingkaran yang melampaui batas terhadap seorang yang justru mengajarkan kasih sayang, atau dapat ditebus dengan uang atau harta, tetapi itu semua mustahil karena jika ada ajaran penebusan dosa jelas tidak berguna lagi kitab – kitab suci yang mengajarkan kebaikan, cinta kasih atau kasih sayang karena sudah tertebus dosanya, tidak ada jalan penebusan dosa   kecuali dengan kesadaran sendiri yang hakiki (taubat) niat yang kuat dan tulus serta ibadah² yang diamalkan secara kontiniu dengan pemahaman yang benar serta berbuat kebaikan dan perbaikan . perlu diketahui setiap Nabi akan meninggalkan jejak bagi para   pengikutnya agar dapat mengikuti jalannya yaitu jalan keselamatan, mengikuti Nabi bukan hanya sekedar meyakini atau memuji²nya tetapi harus mengamalkan ajaran yang ditinggalkannya yaitu berupa kitab suci dan kitab keterangan tentang akhlak (prilakunya) dan juga perlu diwaspadai bahwa iblis dan pengikutnya juga memanfaatkan jejak para Nabi² ini juga untuk menyesatkan dan membodoh²i para pengikut nabi² dengan menyembunyikan, mengaburkan atau memutarbalikkan    jejak yang mereka tinggalkan,  sehingga yang terjadi justru para pengikutnya  mengerjakan apa yang  dilarang oleh para Nabi tersebut dan mengabaikan bahkan melarang apa yang justru diperintahkan para Nabi itu. Sementara disatu sisi mereka mengaku sebagai pengikutnya, Ironis, bukan ?
              Sifat keingkaran pada Allah , serakah dan pendengki inilah yang menjadi penyebab iblis menjadi mahkluk terkutuk dan juga menjadi penyebab terusirnya Adam dan Hawa dari surga dan inilah yang disebut dalam ajaran agama lain sebagai dosa warisan yang sudah ditebus ? , sifat-sifat ini pulalah yang menjadi awal seluruh kerusakan dan pertumpahan darah dimuka bumi ini, yang terjadi pada  diri sendiri, keluarga, warga, negara dan bumi, juga  kerusakan pada ilmu agama dan ilmu pengetahuan dan sifat ingkar pada Allah, serakah dan pendengki  adalah syarat mutlak untuk menjadi penghuni neraka abadi.
Ketahuilah, Jika Allah menghendaki mengampuni perbuatan² tercela tersebut, tentulah Allah sudah mengampuni Iblis , dan tidak mengusir Adam dan Hawa dari surga,  tetapi Allah justru berkehendak untuk mengumpulkan manusia pada dua golongan kelak berdasarkan sifat-sifat mereka yaitu golongan yang benar yaitu mereka yang patuh dan setia pada Pencipta mereka serta kasihsayang antar sesama mereka inilah calon  penghuni surga yang mereka tentram, nyaman dan berkecukupan disana dan golongan yang bathil yaitu orang² yang ingkar pada Pencipta alam semesta ini  serta serakah dan pendengki mereka inilah calon penghuni neraka yang keadaan mereka senatiasa menderita, kacau dan  dalam keadaan mati tidak hiduppun bukan.
 Untuk inilah diciptakan syurga dan neraka, dan tidak layak syurga itu dihuni oleh orang – orang yang ingkar dan bejat,  dijadikanlah  dunia ini  sebagai tempat penyeleksian yang mana yang pantas masuk syurga atau keneraka.
Dosa syirik (mensekutukan)  Allah ,serakah dan pendengki sesama manusia ini, tidak berlaku istilah penebusan dosa atau syafaat, karena setiap Nabi atau Rasul yang diutus justru mengingatkan manusia untuk memperbaiki sifat² tercela tersebut didalam kehidupan ini, bukan untuk menebusnya atau memberi syafaatnya kelak. Sedangkan Nabi Muhammad sendiri akan memotong tangan anaknya jika mencuri. bagaimana mungkin para penjahat bisa mengharap syafaatnya diakhirat kelak ? sementara mereka cuma sekedar memuji² atau bershalawat sebanyak²nya tanpa mengikuti akhlaknya . bukankah Allah juga mengatakan didalam ayat kursyi  ” Tiada yang dapat memberi syafaat disisi Allah , tanpa ijinNya ? ”  Ketahuilah setiap Nabi itu diutus bukan untuk jadi pembela para penjahat dengan menebus dosa atau memberi syafaat tetapi memperingatkan manusia untuk tidak jadi penjahat atau penghianat lagi pula bukankah  berkumpul dengan orang² serakah dan pendengki didunia ini saja, terasa bagai dineraka ?      

0 komentar:

Poskan Komentar