Kamis, Agustus 27, 2009

Bom bunuh diri Vs Jihad

Mengenai bom bunuh diri adalah refleksi dari orang² yang telah berputus asa dari rahmat Allah, ( ” Qs; Al Hijr 56  : Ibrahim berkata: "Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya , kecuali orang-orang yang sesat" )  lalu para pembom bunuh diri ini mengerjakan amalan iblis, mereka bertindak seakan pahlawan padahal mereka cuma setan yang dijadikan umpan  untuk mencemarkan, memfitnah sehingga timbul image buruk terhadap ajaran dan agama Islam, dari  pandangan agama lain dan adanya upaya untuk mengagalkan misi Islam sebagai satu-satunya agama yang rahmatan lil alamiin.  ini dapat dilihat dari efek yang ditimbulkan akibat bom - bom bunuh diri secara brutal ini mengarah pada pemburukan dan fitnah terhadap ajaran Islam dan Al-Qur'an, Perlu dipahami secara bijak bahwa misi iblis adalah menyesatkan sebanyak-banyaknya manusia dan menginginkan mereka mati dalam kesesatan dan kekafirannya,  sedangkan misi para Nabi dan Rasul adalah menyelamatkan sebanyak²nya keturunan Adam dari cengkraman iblis dan menginginkan  mereka hidup dalam kedamaian  serta wafat dalam keadaan beriman pada Penciptanya dan beramal shaleh.
Menyerang atau membunuh orang lain dengan brutal dan tanpa kesalahan  yang jelas  adalah perbuatan setan ,  namun membela diri, negara dan  agama jika dianiaya adalah suatu kewajiban.  Perlu diperjelas bahwa Nabi Muhammad tidak membenci orang kafir atau diluar agamanya,  justru dia iba, menyayangi dan ingin menyelamatkannya, bukan membunuh dan menyerahkannya pada Iblis karena itu kebalikan dari misinya, Nabi Muhammad sendiri disahkan sebagai seorang  beragama Islam dan pelopor agama Islam adalah  setelah Allah membimbing, memberi petujuk serta mengIslamkannya seperti yang diterangkan Allah dalam QS; Maidah ayat 3 (....pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.....).
Lagipula   keluarga serta para sahabat Nabi  sebelumnya juga adalah Non Islam kemudian mereka masuk Islam ( ex Muallaf ),  jadi tidak ada alasan bahwa Nabi membenci atau memusuhi orang non Islam yang tidak mengganggu agamanya, jadi membunuh atau menganiaya orang Non Islam  adalah bukan cermin dari ajaran Islam.  Jihad bukan dimaknai dengan menyerang atau membunuh orang² yang non Islam  atau dianggap bukan Islam. Tetapi makna dan tujuan dari perintah  berjihad (berjuang) adalah upaya atau usaha  dari orang² Islam untuk melawan dengan harta maupun jiwa terhadap orang – orang yang menghalangi, menganiaya atau mengusir mereka karena keimanannya kepada Allah atau karena pengabdian mereka  kepada Allah atau karena keIslaman mereka dan dijanjikan surga abadi bagi mereka yang berani berjuang ”berjihad” . Tujuan berjihad adalah agar umat Islam dapat beriman dan mengabdi, beribadah   kepada Allah dengan tenang serta dapat hidup dengan tentram tanpa gangguan serta tidak dibawah tekanan dari pihak lain. ( kebebasan mengamalkan ajaran –ajaran yang diperintahkan  agamanya ). Jika umat Islam dapat menjalankan agamanya tanpa pengusiran atau gangguan dari pihak lain  maka  berjihad itu dapat dilanjutkan dengan berjihad (berjuang) melawan hawa nafsu (keinginan²)nya sendiri untuk tidak mengganggu atau menganiaya orang lain, juga menganiaya dirinya sendiri inilah jihad yang paling besar, ”bersabar”
Penyerangan terhadap akidah yaitu ajaran tauhid yaitu ke-ahad-an Allah justru lebih berbahaya dari pada penyerangan secara fisik , jika umat Islam diserang secara fisik lalu mereka berjihad "berjuang" lalu kalah dan wafat maka mereka akan wafat dalam keadaan syahid namun jika sasaran penyerangan pada akidah lalu umat Islam kalah niscaya mereka mati dalam keadaan siryk. Na’uzubillah min zalik. 

0 komentar:

Poskan Komentar