Senin, Januari 02, 2012

PETUNJUK JALAN YANG LURUS

  
                           
                       "   UNTUK MERAIH KEBAHAGIAAN DUNIA, AKHIRAT DAN                   
         DISELAMATKAN DARI SIKSA API NERAKA "
 

        Hidup  dimuka bumi ini adalah suatu perjalanan atau perlombaan untuk meraih kebahagiaan atau penderitaan karena adanya waktu yang membatasi setiap kehidupan yang suka atau tidak suka harus berakhir dengan kematian.
          Dalam mengarungi perjalanan kehidupan ini ada orang2 yang menempuh jalan yang dimurkai yaitu mereka yang mengetahui kebenaran dan kebajikan tetapi mereka mengingkarinya, mereka gemar melakukan kejahatan  dan mempengaruhi orang agar melakukan kejahatan seperti yang mereka lakukan. Juga ada orang2 yang menempuh jalan yang sesat perumpamaan mereka ini seperti berjalannya orang buta tetapi bukan buta mata tetapi buta hati. Mereka cenderung mengikuti apa dan siapa saja yang menguntungkan dan menyenangkan mereka, mereka menganggap bahwa kesenangan dunia adalah tujuan akhir perjalanan hidupnya.  
         Dan ada pula orang-orang yang berjalan dijalan yang lurus dan terang, mereka ini memahami misteri perjalanan hidup ini seperti dari mana mereka berasal dan untuk apa mereka dihadirkan didunia ini lalu akan kemana mereka setelah ini, pandangan mereka jelas ketika mereka menoleh kebelakang dan  kedepan karena mereka tengah berada ditengah jalan yang lurus dan mereka tidak terjebak pada pesona kehidupan yang singkat ini ,
 Perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang lurus adalah seperti segolongan besar orang yang mengadakan perjalanan menuju suatu tempat yang indah, damai dan tentram yang mereka rindu dan idam2kan, setelah kepenatan dan kekacauan serta kekecewaan yang mereka alami selama ini “ seperti para imigran (hijrah) , dan dalam perjalanan itu ada yang menggunakan mobil, motor maupun berjalan kaki, merangkak bahkan merayap, dan  mereka saling menjaga jarak dan saling menghormati juga saling tolong menolong dan melindungi satu sama lain, tanpa memandang status, dll. Karena mereka melihat tujuan dari perjalanannya dan manfaatnya bagi mereka, dan mereka saling menasehati dan menjaga agar  bisa bersama-sama mencapai tujuan yang sama2 mereka idamkan. Seumpama seperti orang2 yang tengah mengerjakan shalat berjamaah atau perjalanan menunaikan  haji..
Demikianlah keadaan orang-orang yang memahami apa tujuan mereka beragama, dan  memahami manfaat dan tujuan agung dan mulia  dari berbagai ritual yang mereka amalkan selama ini dan perumpamaan orang2 yang berjalan dijalan yang sesat adalah seperti orang yang melakukan perjalanan tetapi tidak pernah sampai kepada tujuan. Perumpamannya seperti  segolongan orang2 yang berkenderaan Bom-Bom Car dalam suatu arena yang melingkar, mereka mengenderai kenderaan tanpa ada tujuan pasti dan berputar, mereka menghabiskan banyak biaya, waktu dan energi,  yang toh!  akhirnya mereka pasti akan berbenturan satu sama lain dan saling adu kekuatan, saling berbangga, saling mensupport yang satu untuk menghancurkan yang lain, dll, hingga baterai kenderaan mereka habis, mereka harus meninggalkan kenderaan mereka masing2 dan keluar dari arena dengan berbagai perasaan masing-masing ! . Demikianlah keadaan orang yang mengamalkan agamanya tanpa memahami manfaat dan tujuan mereka beragama.  
     Orang-orang yang mengamalkan syariat agama tetapi tidak memahami manfaat dan tidak sampai kepada tujuan itulah yang dimaksud orang-orang yang sesat dan orang-orang yang mengingkari syariat merekalah orang-orang yang dimurkai, syariat akan sia-sia jika tidak sampai kepada manfaat dan tujuan dan manfaat dan tujuan juga tidak dapat dicapai tanpa mengamalkan syariat.
       Ada satu pesan Agung yang disampaikan Pencipta, Pemilik dan Penguasa Alam semesta ini kepada manusia pertama yaitu Adam dan hawa dan diteruskan pula oleh setiap para Nabi dan Rasul yaitu firman Allah dalam ( “ Qs: Ikutilah Petunjuk-Ku, siapa yang mengikuti petunjuk-Ku maka dia tidak akan sesat dan sengsara tetapi siapa yang berpaling dari petunjuk-Ku maka kami akan timpakan penderitaan dan  hidup sempit ( diantaranya” tidak pernah merasa cukup “ kemudian Kami bangkitkan mereka dalam keadaan buta….“ ) atas dasar inilah Allah Pemilik (Rabb) Alam semesta dan segala isinya ini senatiasa mengutus para Nabi dan Rasul sejak dari Nabi Adam hingga Nabi dan Rasul terakhir yaitu Muhammad Saw dengan membawa petunjuk dari-Nya yaitu kitab suci Al Qur’an dan Sunnah.
      Namun jika kita merujuk berbagai kebobrokan dan gejolak yang menerpa umat Islam dewasa ini.maka dapat diambil kesimpulan bahwa masalah yang paling mendasar dari mayoritas umat Islam saat ialah krisis Iman dan Akal sehat untuk menafsirkan dan mengamalkan ajaran agamanya, demikian jugalah yang terjadi pada penganut agama2 sebelumnya. Tujuan keberagamaan mereka telah erosi diterjang banjir keserakahan , kedengkian  dan ketidaktauan
        Keraguan tentang keber-ADA-an , Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal alam semesta dan segala isinya ini serta ketidak yakinan bahwa DIA akan meminta pertanggungjawaban pada setiap manusia dan akan membalas setiap perbuatan  kebajikan kita maupun kejahatan kita, selama hidup dimuka bumi. Masalah inilah yang menyebabkan masih banyaknya orang2 yang gemar melakukan perbuatan menganiaya diri sendiri maupun orang lain dan enggan melakukan kebajikan karena dipandang rugi dan sia-sia.
Serta penafsiran yang bertele-tele dan tidak utuh yang diajarkan oleh sebahagian  tokoh2 agama-agama dimasa lalu dan kini , justru malah menimbulkan keraguan dan anggapan bahwa agama tidak dapat mengatasi situasi dan kondisi saat ini dan kedepan, agama tidak dapat menyelesaikan masalah justru menambah rumit masalah dan kekacauan, bahkan agama hanyalah instrument yang hanya melanggar hak azasi manusia. Sehingga banyak orang-orang yang mencari alternative lain yang sebenarnya  mereka justru tengah merintis jalan menuju kehancuran diri mereka sendiri dan orang lain dengan menghabiskan waktu, tenaga  dan biaya yang sia-sia. Namun tidak demikian pandangan dan prilaku orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan serta ikhlas berbuat kebajikan.
         Perumpamaan: Peraturan pemerintah agar setiap pengguna sepeda motor wajib menggunakan helm, yaitu helm yang kuat dan telah teruji dapat melindungi kepala, dan dipakai dengan benar  yang tujuannya agar kepala terlindung jika terjadi tabrakan atau terjatuh. Manfaatnya agar sipengguna sepeda motor merasa nyaman dalam berkenderaan,  nah yang menjadi pertanyaan apakah perintah ini untuk kepentingan pemerintah atau untuk kepentingan orang yang menggunakan helm tersebut ? apakah peraturan ini melanggar HAM  karena ini masalah urusan kepala masing2, atau bukankah ini sebagai wujud dari kasih sayang dan tanggung jawab pemerintah kepada rakyatnya ? Demikianlah setiap perintah dan larangan yang disampaikan oleh Penguasa alam semesta ini melalui para Nabi dan Rasul-Nya,  kepada mahkluk berakal yang diciptakan-Nya pasti ada manfaat dan tujuannya,bukan sesuatu yang kosong tanpa makna !
       Apakah yang mendorong pemerintah suatu negara mengeluarkan perintah dan larangan dan hukum2 bagi warganya ? karena mereka telah melihat kebajikan dan dampak keburukan serta akibat yang ditimbulkannya. Demikian pula para Nabi dan Rasul , mereka telah diperlihatkan realita kehidupan sebelumnya, realita kehidupan saat ini dan realita kehidupan setelah kematian. atas dasar pengetahuan itulah mereka  diutus untuk mengajarkan dan memberi kabar gembira dan  peringatan kepada manusia  sejak dahulu kala
        Tentu, tidak semua manusia  mau memahami dan mematuhinya sebagaimana peraturan pemerintah suatu Negara, kenyataannya masih banyak orang yang melanggar peraturan pemerintah bahkan dilakukan oleh pegawai pemerintahan sendiri dan penegak serta penjaga peraturan tersebut. Demikian jugalah  dengan pemahaman dan pengamalan agama yang terjadi selama ini.
            Marilah kita meninjau kembali tujuan keberagamaan maupun kebernegaraan kita. Apakah kita berperan hanya untuk memenuhi kepentingan kita dan keluarga kita saja, seperti hewan, tanpa berkarya untuk suatu kebajikan buat sesama dan  generasi kedepan, anak cucu kita semua?

    S Y A H A D A T
 
-    Ilmu Fikih                     : Belajar cara Pengikraran dan pemahaman Syahadat yang benar.

-    Hikmah / Manfaat       : Mengenal Allah Swt,  keber-Ada-an,  Nama-Nama-Nya dan
                                             Kekuasaan-Nya Dan lain-lain.
 
-    Tujuan                          : Agar Mennsucikan dan Mengagungkan Allah jangan sekali-kali
                                            mempersekutukan atau mempersamakan Allah, Swt dengan 
                                            ciptaan-Nya atau dengan sesuatu,
                                            Agar takut dan bersyukur kepada Allah dan                                                                 Mengingat Nabi Muhammad Saw hanya manusia biasa yang diutus  guna 
                                            menyampaikan Al Qur’an dan menjadi contoh tauladan bagi seluruh
                                             manusia.

    S H A L A T

-    Ilmu Fikih                        : Cara mengerjakan shalat yang benar dan khusyuk memahami   apa                                           yang diucapkan dan menyelaraskan ucapan, katahati dan gerakan
                                                 shalat , sesuai tuntunan Nabi Muhammad Saw.

-    Hikmah / Manfaat            : Pembinaan terhadap jiwa dan raga, untuk mencapai tujuan. Dan
                                                  pendidikan untuk melatih kejujuran, keadilan, adab, kebersamaan,       
                                                  tanggungjawab, peduli pada sesama, dll.
           
-    Tujuan                            : Agar senatiasa mengingat dan kembali kepada Allah , Membina 
                                              sipelaku  shalat agar tercegah dari perbuatan keji dan mungkar yaitu
                                              menganiaya diri sendiri maupun orang lain, Membentuk karakter,
                                              sabar dan bersyukur, peduli pada sesama, saling menghargai   dan
                                              saling tolong menolong dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dll

    Z A K A T

-    Ilmu Fikih                : Belajar  tentang  pembayaran dan penyaluran zakat yang benar 
                                       sesuai perintah Allah Swt.

-    Hikmah / Manfaat    : Bersyukur kepada Allah Swt atas karunia-Nya serta mensucikan harta
                                       dan hati,    meringankan penderitaan sesama, dan lain-lain.

-    Tujuan                     : Agar tidak menjadi orang kikir, apalagi serakah terhadap sesama,
                                       karena kita pasti akan mati dan kehilangan semua yang kita miliki 
                                       dan kumpulkan,  rela ataupun  tidak rela,  dll.

    P U A S A

-    Ilmu Fikih                  :  Belajar cara-cara dan syarat puasa yang benar sesuai tuntunan Nabi
                                          Muhammad Saw.

-    Hikmah  / Manfaat    :  Agar dapat merasa Kehadiran dan pengawa san Allah Swt dalam
                                         aktivitas sehari-hari dan Pembinaan terha dap jiwa dan raga untuk
                                         mencapai tujuan. Dll

-    Tujuan                      : Agar tetap mengerjakan kebajikan dan menghindari  perbuatan jahat                                      
                                        meski tidak dilihat atau diawasi oleh orang lain, dan bisa merasakan  
                                        penderitaan orang lain sehingga timbul  sifat kasih sayang pada
                                        sesama, menjaga kesehatan, dll.

    H A J I

-    Ilmu Fikih                 : Belajar cara-cara dan syarat berhaji yang benar sesuai tuntunan Nabi
                                        Muhammad Saw.

-    Hikmah / Manfaat  
  : Melaksanakan perintah Allah Swt menambah pelajaran dan ilmu
                                        Orang2 suci zaman dahulu,  mengingat perjalanan kematian. Dll

-    Tujuan                     : Menyempurnakan kepatuhan dan kesetiaan kepada Allah  dan men
                                       jadikan Hati bersih, Akhlak mulia, Jujur, Ikhlas dan senantiasa mem
                                       persiapkan diri untuk menghadapi kematian,  dengan banyak
                                      berbuat kebajikan dan sebagai pelopor kebajikan disekelilingnya. dll

    W U D H U K

   Ilmu Fikih               : Belajar syarat dan cara-cara berwhuduk sesuai tuntunan Nabi
                                      Muhammad Saw

-    Hikmah / manfaat    : Membersihkan dan mensucikan raga terutama jiwa sebagai refleksi
                                      dari  dari anggota2 tubuh yang disucikan dan meng”ighstifar”kannya

-    Tujuan                     : Agar setiap orang merasa nyaman dan tentram berada didekat kita,
                                       dan mencegah kita dari perbuatan2 yang jahat, dan  berusaha berbuat
                                       baik dalam kehidupan sehari2, dll.

    D Z I K I R

   Ilmu Fikih                 : Belajar cara2 dan pemahaman “dzikir mengingat Allah  sesuai
                                        tuntunan Allah Swt dan  Nabi Muhammad Saw

-    Hikmah / Manfaat     : Menentramkan akal dan nafsu serta menenangkan hati, merasakan 
                                        kehadiran  Allah dalam segala hal, keadaan  dan sesuatu, dll.
 
-    Tujuan                     : Agar senantiasa mendapat pertolongan Allah Swt guna menghadapi
                                       berbagai gejolak dan ujian yang terjadi dalam kehidupan ini dan
                                       setelahnya, dll.

    AL QUR’AN

-     Ilmu Fikih
                    : Menjadikan Al Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman dengan
                                            belajar membaca, memahami makna dan mengkaji serta
                                            mengamalkannya dalam kehidupan sehari2.

-    Hikmah / Manfaat          : Dapat berdialog dengan Allah Swt,  belajar tentang segalah hal dan juga
                                            dapat memahami tentang perjalanan awal hingga akhir segala 
                                            sesuatu  yang ada/ yang terjadi dialam semesta ini dan alam
                                            lainnya.dll.

-    Tujuan                          : Agar jiwa merasa tentram, karena mengerti tentang tujuan hidup ini
                                            dan memahami sebab awal dan akhir segala peristiwa dalam
                                            perjalanan dialam ini dan  setelahnya dan merasa tidak sendiri, juga
                                            agar tidak sesat dan sengsara serta menderita hidup sempit “
                                            (diantaranya “ Tidak pernah merasa cukup”) baik    
                                            didunia dan akhirat kelak, dll.
-   
-           Jika kita mau menelaah secara bijak dengan akal sehat dan tidak berprasangka buruk ! maka, pastilah kita mengakui bahwa Tidak kelirulah Allah Swt,  Pencipta alam semesta ini ketika berfirman QS: Telah Ku-sempurnakan Islam itu sebagai agamamu… QS: Tidaklah kami mengutus  engkau wahai Muhammad kecuali menjadi rahmat bagi alam semesta. Dan tidak salah pula Nabi Muhammad Saw mengatakan “ Tidaklah aku diutus kecuali memperbaiki / menyempurnakan Akhlak.                .    
            Akhirnya segala urusan kembali kepada Allah Swt,  Karena hanya Allah Swt yang Paling Benar dan Paling Mengetahui segalanya
        Akhir kata “ Mencari dan meraih Ampunan , KasihSayang dan Keridhaan Allah-lah tujuan akhir dari pengabdian kita, yang bermanfaat baik didunia maupun akhirat.  
-     *** QS: “Sesungguhnya Allah  menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.”***

-  
  QS: Al Kahf 29 :  Kebenaran itu datangnya dari Rabb “Pemilik, “ Pencipta”-mu,  Barangsiapa yang mau beriman, (percaya) maka “ Berimanlah ! “ Dan Barangsiapa yang ingin tetap ingkar, maka ” Ingkarlah !”…..dst

                                                                                                                                                 Banda Aceh, 1 January  2011
                                                                                                                                                 Oleh :  Muhammad Dharmawan
                                                                                                                                                  Hp : 0852-9657-5000

Sabtu, September 10, 2011

Hikmat, Taurat, Injil dan Al Qur'an

         ALLAH  Yang Suci dan Tinggi, Dialah Pencipta, Pemilik dan Penguasa Tunggal tanpa sekutu atas alam semesta dan segala isinya ini, telah Menetapkan bahwa " Allah " adalah" Nama-Nya " dan Menetapkan Atas Zat-Nya Sifat " Pengasih  Penyayang " , ketahuilah ! Hanya Dia yang dibutuhkan oleh setiap ciptaan-Nya dan hanya Allah saja yang mampu mendengar dan mengetahui setiap permintaan ” doa”  dan kebutuhan seluruh mahkluk yang  diciptakan-Nya, baik yang lalu, saat ini maupun yang akan datang.
              Dan Allah  berbuat sesuai apa yang dikehendaki-Nya tanpa intervensi dari siapapun juga dengan segala Kesempurnaan dan Kebijaksanaan-Nya. Dia Menciptakan, Mengampuni, Memberi petunjuk dan Membahagiakan dan lain-lain atas apa dan siapa yang dihendaki-Nya dan sebaliknya.
            Bagi mereka  yang tidak suka dan tidak senang dengan kebijakan2 dan ketetapan2-Nya maka carilah atau buatlah bumi dan dunia yang lain dan hiduplah disana dengan keputusan dan kebijakanmu sendiri. Jika kamu tidak mampu maka mintalah kepada-Nya agar kamu dibinasakan dan mencabut semua nikmat yang diberikan-Nya selama ini padamu, karena sebenarnya memang kamu manusia yang tidak tau berterima kasih / bersyukur dan tidak ada manfaatnya.
            Jika kamu takut minta yang demikian, maka minta ampunlah !,  Sembahlah Allah ! dan Turuti kehendak-Nya yaitu Jalani perintah-Nya serta Jauhi larangan-Nya dan berusahalah sesuai kemampuan yang diberikan-Nya kepadamu serta bersabarlah atas apa yang menimpamu karena itu hanyalah ujian yang tidak lebih dari batas kemampuanmu,  pasti berakhir lalu akan berganti dengan kebahagiaan didunia juga kebahagiaan dan  hidup yang kekal di akhirat dan bersyukurlah kepada Allah  sebanyak-banyaknya dan kasihsayangilah pada sesama.
          Jagalah Kemuliaan Allah ini dan  Janganlah kamu mencemarkan dan mensekutukan-Nya dengan satu apapun ,  Al Qur’an Surah  Al Ikhlas [ ” Katakanlah,  Allah Dia Ahad ( Tunggal), Allah Dia Yang Dibutuhkan, Tidak mempunyai anak maupun diperanakkan dan Tidak ada satupun yang serupa atau setara dengan-Nya”.], Allah,  Dia  Besar, Agung , Tinggi dan Suci dari pada apa yang dipikirkan mahkluknya tentang-Nya.
          Jika kamu masih enggan juga berbuat dan meyakini yang demikian itu maka bersiaplah ! dan hiduplah kamu seperti kayu bakar yang lagi dijemur untuk dibakar diperapian !, dengan mengumbar nafsu ”keinginan”  dan menghilangkan akal sehatmu, dan tunggulah ajalmu dimana malaikat maut akan menyeretmu atau merenggut ubun-ubunmu untuk dibawa menghadap Allah Swt, Pencipta dan Pemelihara- mu yang kamu lupakan,  dustakan atau cemarkan selama ini. mungkin inilah jalan yang terbaik bagimu!
         INJIL : [ Roma 1:18 ]  Sebab murka Allah nyata atas segala kefasikan dan kezaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kezaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. apa yang tidak nampak dari pada-Nya yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan ke-Ilahi-an (Kekuasaan)-Nya dapat nampak kepada pikiran, dari semua karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih !Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap, 
         Roma: 1:22 Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh,  Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar.
         Roma 1:24  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka.
         Roma: 1;25  Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin.
        Roma 1:26  Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar.  Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka.
        Roma 1:28  Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas penuh dengan rupa-rupa kezaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan.
        Roma 1:30  Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan.
        Roma 1:32  Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan orang-orang yang melakukannya.
         Roma 2:4  ”Maukah engakau menganggap sepi Kekayaan, Kemurahan-Nya, Kesabaran-Nya dan Pengampunan-Nya ? Tidakkah engkau tahu bahwa maksud kemurahaan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan ? ”  Tetapi oleh karena kekerasan hatimu yang tidak mau bertaubat engkau menimbun murka atas dirimu sendiri pada hari waktu murka dan hukuman Allah yang adil akan dinyatakan]] >>>                            
Roma: 2 ; 1-16       Oleh : Kristus Yesus.
Roma 11:33-36 >> Oo, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah ! Sungguh tak terselidiki keputusan2-Nya dan sungguh tak terselami jalan2-Nya !, Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Allah? atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya? , Atau Siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Dia harus menggantikannya, Sebab segala sesuatu adalah dari Allah, dan oleh Allah dan kepada Allah , dan bagi Allah-lah kemuliaan sampai selama-lamanya!.
Roma 14:12 >> Demikianlah setiap orang diantara kita akan memberi pertanggung jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah!
Matius 6:24: Tak dapat seorangpun mengabdi kepada dua tuan, karana jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan membenci yang lain, atau ia akan setia kepada seseorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon, “( selain dari Allah )
Yohanes 17:3 >> Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus kristus yang telah Engkau
Yakobus 1:8 orang yang mendua hatinya tidak akan tenang dalam hidupnya.

Yakobus 4:8 Mendekatlah kepada Allah , dan Ia akan mendekat kepadamu, tahirkanlah tanganmu hai kamu orang2 berdosa! dan sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati!

Yohanes 4:6 Kami berasal dari Allah: barang siapa mengenal Allah , ia mendengarkan kami; barangsiap yang tidak berasal daari Allah, ia tidak mendengarkan kami. itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan. 

” [Al Qur’an QS:   Dan orang-orang yang ingkar berkata : ” kami sekali-kali tidak akan percaya kepada Al Qur’an  dan tidak (pula) kepada Kitab yang sebelumnya”, Dan (alangkah hebatnya) kalau kamu lihat ketika orang-orang zalim itu dihadapkan kepada Allah...., QS: Sungguh telah rugilah orang2 yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata ” Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang ini”, sambil mereka memikul dosa2 diatas punggungnya. Ingatlah amat buruk apa yang mereka pikul itu, Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main2 dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang2 yang bertaqwa. Tidakkah kamu memahaminya? 
           QS : Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan keingkaran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? Yaitu neraka jahanam ; mereka masuk kedalamnya ; dan itulah seburuk-buruk tempat kembali dan orang ingkar itu telah menjadikan sekutu2 bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah ” Bersenang2lah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”, Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezeki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi maupun terang2an sebelum datang hari ” ( kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan ]”
                Dan Ingatlah! Setiap orang akan dibalas sesuai dengan perbuatannya masing- masing kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta mengadakan perbaikan dan kebaikan karena Allah, dan Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap perbuatan kebajikan. Meski sekecil apapun tetap akan diperhitungkan-Nya.
                Maka, Marilah !,  kembali dan bertaubatlah ! Sesungguhnya Allah adalah Pengasih lagi Penyayang dan Penerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan Katakanlah ”Asyahaduan Laa Illaha Ilallah wa Asyahaduanna Muhammadurasullullah”  ( aku bersaksi Tidak ada Yang Kuasa selain Allah dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasul/Utusan  Allah).  Lalu berbakti dan bersujudlah kepada Allah  dengan memurnikan ketaatan hanya kepada-Nya saja, Ingatlah ”Allah” dalam hatimu dan  Sebutlah ” Allah ” dengan mulutmu/lisanmu, dan Allah juga mengingat dan menyebut namamu , Ketahuilah, Allah hanya memberikan nama-Nya saja sejak dahulu kala tidak ada satupun yang pernah melihat-Nya atau menggambarkan-Nya, maka  Nama itulah sebagai jalan dan tiket untuk kembali kepada-Nya  ” karena kita berasal dari Allah dan dihadirkan kedunia ini untuk mengabdi kepada Allah  lalu  kita akan kembali kepada Allah  ” dan  kasihsayangilah pada sesama,  inilah jalan yang benar dan  lurus ! Amin.
                                                                                                                                                                                 
                                                                                                                Banda Aceh September  2011                                                                                                                                                      
                                                                                                                     Oleh: Muhammad Dharmawan
           

Kamis, Agustus 18, 2011

♥♥♥  HIKMAH  SHALAT  ♥♥♥
     
      
Tahukah kamu ( orang ) yang mendustakan agama ?
Itulah orang yang menghardik anak yatim,
Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
Maka celakalah bagi orang yang shalat,
Yang dari shalatnya mereka lupa (  maksud / tujuannya )
Yang hanya ria ( pamer )
Dan enggan memberi bantuan ( kikir ).  
                                                                                                 ( QS ; Al Ma’uun, Ayat 1 - 7 )                                                           
         Syariat yang diajarkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw, seperti : syahadat, shalat, zakat, puasa, haji  dan lain-lain adalah jalan atau cara yang paling benar, sempurna dan lurus serta paling efektif dan efesian dalam usaha untuk menuju kepada Allah Swt  “ma’rifatullah”. Yaitu “ Syariat “ yang sekaligus menjadi  “ Thariqat “ ( Jalan )  yang ” Hakikat “ ( Sebenarnya ) untuk menuju atau kembali kepada Allah Swt ( Ma’rifatullah ) dan tidak ada jalan “ cara ”  yang lebih lurus dan lebih benar lagi yang dapat di ajarkan manusia lain kepada kita  kecuali jalan kebingungan dan kesesatan,  hanya tinggal bagaimana kita menggali dan memaknai serta menjiwai ajaran-ajaran yang ditinggalkannya, Nabi Muhammad Saw adalah seorang yang dalam perjalanan kehidupannya dibimbing oleh Pencipta dan Pemilik alam semesta ini untuk menuju kepada keselamatan serta pengenalan yang lebih dekat kepada Allah Swt dan rekam jejak dari perjalanannyalah yang diwariskan dan dicontohkannya kepada kita agar kita dapat mengikuti jalannya  untuk menuju kembali kepada Allah Swt,  karena kita berasal dari Allah Swt dan akan kembali kepada Allah Swt,  yaitu, berupa kitab suci  Al Qur’an dan Sunnahnya. maka Pahamilah dengan benar dan Amalkanlah !
       Perlu disadari setiap kita pasti akan mati cepat atau lambat, jika limit waktu yang diberikan pada kita sudah sampai, maka malaikat maut akan memanggil kita untuk kembali kepada Pemilik (Rabb) kita untuk diminta pertanggung jawaban. Tentulah pada saat-saat sakratul maut itu bagi orang yang telah mempersiapkan diri sejak dini tentu mereka akan menyerah dengan ikhlas menerima undangan dari Allah Swt  untuk menghadap kepada-Nya, sebagaimana orang yang dipanggil untuk menunaikan shalat untuk menghadap Allah Swt, yang disimbolkan dengan mengangkat kedua tangan seraya mengucapkan Allah  Dia Besar sebagai ungkapan agar kita “ menyerah / pasrah ” dengan Kebesaran-Nya, lalu meletakkan tangan diantara perut dan dada sebagai sebagai pembatas antara nafsu dan hati agar  tidak bercampur,  sebagai ungkapan agar kita sabar “ menahan diri /keinginan ” atas Keputusan dan Kekuasaan Allah Swt.   Namun bagi mereka yang belum mempersiapkan diri atau mereka yang lalai atau mereka yang mendustakan pertemuan dengan-Nya, pastilah mereka akan meronta-ronta dan menolak panggilan malaikat maut tersebut sebagai usaha  terakhir setiap manusia agar bisa tetap bernafas, sebagaimana “usaha” yang kerap diandalkan kebanyakan manusia dalam menghadapi berbagai tantangan dalam hidupnya sebagai bentuk kesombongan dan suatu pemahaman yang menghalangi mereka untuk senantiasa bersyukur kapada Allah Swt, Namun saat-saat  itu setiap kita tidak memiliki daya dan upaya (kuasa) karena kepemilikan dan kekuasaan  yang selama ini kita diandalkan telah dicabut dari kita, bahkan kepemilikan dan kekuasaan terhadap raga kita sendiripun akan dicabut satu persatu tanpa ada daya kita, semakin keras usaha kita  untuk bernafas demi menahan nyawa kita  agar  tetap hidup maka akan semakin keras pula malaikat maut memisahkan nyawa itu dari raga kita  maka akan semakin pedih dan perih yang kita rasakan, hingga sampailah kita pada usaha kita yang terakhir selama rentang waktu kehidupan kita yaitu  berusaha agar tetap bernafas, hingga nafas terakhir dan berhenti, Demikianlah sekilas fenomena yang mungkin pernah kita saksikan ketika melihat orang yang lagi sakaratul maut, yang suka ataupun tidak  kita juga pasti akan mengalaminya hanya tinggal tunggu waktunya.
    Ada beberapa hal yang membuat seseorang itu enggan atau menolak untuk memenuhi panggilan malaikat maut diantaranya ialah
     a, Kekeliruan dalam keyakinan, pengabdian atau penyembahan   yang selama   ini mereka lakukan.
    b,  Kecintaan yang sangat kepada dunia ini seperti anak, istri atau  suami, harta benda, jasadnya  dan lain sebagainya,
   c,  Kecintaan/ketagihan kepada kenikmatan dan kesenangan yang selama ini   mereka peroleh dan nikmati dalam kehidupannya.
   d,  Keingkaran atau kelalaian serta banyaknya dosa-dosa dan kesalahan 
     yang mereka   lakukan   dalam masa hidupnya.
        Namun ketika batas waktu itu tiba, tidak ada seorangpun yang bisa  mencegah atau menunda agar kita diberi waktu sedikit lagi untuk memperbaiki kesalahan dan kekeliruan yang kita lakukan selama ini, kecuali yang tinggal hanyalah penyesalan dan kekecewaan yang berkepanjangan.
      Tujuan dari setiap ulama pendiri thariqat adalah mencari jalan pintas guna membina hubungan baik dengan Allah Swt dengan melakukan berbagai latihan untuk mengajarkan kepada manusia  agar kepatuhan dan kesetiaan “ cinta “ kita kepada Allah Swt melebihi  dari pada kecintaan kita kepada makhluk-Nya, karena semua yang kita senangi dan kita cintai pasti akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita, serta kecintaan dan ketergantungan kita pada dunia ini justru akan memberatkan dan menyusahkan kita ketika menghadapi sakaratul maut.
         Namun jalan yang telah diajarkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw yang kini diwariskan kepada kita sesungguhnya sarat dengan persiapan dan pelajaran yang lebih baik untuk menghadapi saat-saat sakaratul maut yaitu perpindahan kita dari satu keadaan/alam yang sudah kita maklumi kepada suatu keadaan/alam selanjutnya yang belum kita ketahui, hanya orang yang ketika malaikat maut datang kepadanya dengan kelembutannya seraya mengucapkan “Salamun’ alaikum“ maka tidak ada kekhawatiran kepada mereka.
       Dua kalimat Syahadat adalah salah satu syarat mutlak atas persaksian dari keimanan “keyakinan”  seseorang atas Keberadaan, Kepemilikan dan Kekuasaan Pencipta dan Pemilik Alam semesta ini.  dengan cara diucapkan dengan mulut dipahami dengan akal dan diimani dalam hati “   Assyahaduan Laa Illaha IlaIlah  wa Assyahaduana Muhammadurrasullullah = Aku bersaksi tidak ada Penguasa selain Allah  dan Muhammad itu Utusan Allah . yang menyampaikan kebenaran dari Allah Swt, dengan sebuah persaksian bahwa hanya Allah Swt saja Yang Berkuasa  mutlak atas segala ciptaan-Nya yang diciptakan-Nya dari tidak ada menjadi ada, 
        Jika kita percaya bahwa Allah Swt itu Pengasih lagi Penyayang niscaya kita tidak akan berputus-asa dari rahmat-Nya dan wajiblah kita mengadopsi sifat Kasih Sayang-Nya niscaya timbul sifat  ikhlas dan kasihsayang  kita pada sesama.
        Jika kita percaya bahwa Allah Swt pasti akan membalas semua kebajikan yang kita lakukan sekecil apapun dengan yang lebih baik dan juga akan membalas semua kejahatan yang kita kerjakan niscaya kita pasti tidak akan kikir baik dalam ilmu agama dan harta  dan kita akan menghindar dari perbuatan keji dan mungkar.
        Jka kita percaya bahwa Allah Swt senatiasa melihat, mendengar dan memantau kita sementara malaikat mencatat segala aktifitas kita, niscaya akan timbul sifat jujur dan rasa malu, takut untuk melakukan hal-hal yang dilarang-Nya
      Jika kita percaya bahwa Allah Swt- lah yang telah menciptakan kita dari tidak ada menjadi ada dan menyediakan / menundukkan segala fasilitas untuk kebutuhan dan kepentingan kita serta  mengatur langkah, rejeki, pertemuan dan maut kita dengan keluasan Ilmu-Nya, Kebijaksanaan-Nya dan keadilan-Nya niscaya akan timbul sifat syukur dan sabar kita atas segala pemberian dan ketetapan-Nya
       Jika kita percaya bahwa Allah Swt  berkuasa mutlak atas seluruh isi alam semesta ini  niscaya  akan timbul sifat tawakal “menyerah” kita kepada-Nya.
    Jika kita percaya bahwa kita akan dikembalikan kepada Allah Swt untuk mempertanggung-jawabkan semua perbuatan kita niscaya  khusyuk shalat kita,
Serta dengan keyakinan bahwa tidak  pantas bagi kita untuk mengabdi dan meminta pertolongan atau berharap kepada selain dari Allah Swt karena selain dari Allah Swt itu tidak ada satupun Yang Kuasa untuk menolong atau menyelamatkan orang yang mengabdi padanya bahkan tidak kuasa menolong dirinya sendiri.  Segala sesuatu yang disembah  manusia selain dari Allah Swt hanyalah mahkluk ciptaan-Nya atau benda-benda belaka dan segala nama-nama yang disebut serta dipuja-puji manusia selain dari Asma-Asma Allah Swt hanyalah nama-nama yang diwariskan dari nenek-nenek moyang mereka yang mana mereka sendiri sesungguhnya tidak mengerti asal usulnya hanya mengikuti kebiasaan orang sebelum mereka saja.   
         Namun jika kita kurang percaya atau masih ragu   semua keyakinan ini, maka mari kita pertanyakan kembali keimanan  dan keislaman kita selama ini .
         Shalat adalah salah satu kewajiban yang harus dikerjakan oleh orang yang mengaku beragama Islam, shalat itu sendiri memiliki banyak tujuan diantaranya :
A.       Sebagai peringatan dan pelajaran serta pelatihan  guna  persiapan untuk menghadap Allah Swt ketika sakaratul maut dan bertemu disurga kelak dan dapat mencegah pelaku shalat tersebut dari perbuatan keji dan mungkar    yaitu menganiaya diri sendiri maupun orang lain,  jika ternyata shalatnya tidak  mampu mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar maka shalatnya justru   mendapat kemurkaan dari Allah Swt, karena  shalat itu bukan  ritual untuk penebus dosa lalu melakukan dosa-dosa lagi kemudian shalat lagi,  tetapi shalat itu bertujuan 
untuk mencegah  agar orang yang shalat tidak berbuat dosa lagi selepas shalat.
B.   Jika ternyata shalatnya dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan mungkar maka itupun belum cukup, karena tujuan yang hakiki dari shalat adalah membina hubungan baik dengan Allah Swt dan  kasih sayang pada sesama, perlu dipahami dan diingat baik-baik bahwa dampak dari shalat yang kita kerjakan selama ini adalah untuk kebutuhan dan kepentingan kita sendiri bukan untuk kebutuhan dan kepentingan Allah Swt. Jika ternyata shalat yang kita kerjakan tidak merobah sifat buruk kita diantaranya kikir dan enggan memberi bantuan kepada sesama, baik berupa ilmu agama maupun harta maka kita masih dalam posisi orang yang celaka dan masih  berada di jalan yang sesat, karena tidak ikhlas dan  mementingkan diri sendiri serta tidak percaya kepada Allah swt dan  janji-Nya. 
                Shalat adalah salah satu tharikat ( Jalan )   yang Hakikat  ( Sebenarnya ) untuk menuju “ Ma’rifat “, yang didalam setiap gerak dan ucapan terkandung pengajaran yang paling sempurna, efektif, efesien dan dapat dilakukan oleh setiap manusia yang berakal tanpa meninggalkan fungsi serta kewajiban kita  sebagai manusia seperti mencari nafkah dan beramal shaleh dan lain-lain, suatu tariqat yang diajarkan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw   untuk mendekat -kan diri dan menuju kepada Allah Swt  “ Ma’rifatullah ” untuk mencapai kebahagiaan didunia dan akhirat serta terselamatkan dari segala siksa dan penderitaan,  yang Thariqatnya dapat diikuti oleh setiap pengikutnya tanpa ada alasan untuk  meninggalkannya, meski orang miskin atau sibuk sekalipun, tanpa perlu belajar khusus bertahun-tahun  dan tidak perlu “ biaya mahal ” yang penting istiqomah dalam menjalankannya hingga ajal tiba !
        Shalat adalah kombinasi dari gerakan yang beradab, puji-pujian dan permohonan, yang mana ucapan puji-pujian dan permohonan yang mengiringi gerakan seperti ruku’, sujud dll,  ini harus lebih diutamakan dalam hal: waktu, kesopanan/adab serta pemahaman makna apa yang diucapkan agar dapat konsentrasi dan sungguh-sungguh (khusyuk)  ini wajib dilakukan oleh setiap orang/imam yang ingin mengerjakan shalat yang benar dan bermanfaat, sedang kan gerakan seperti iktidal, rukuk, sujud dan lain-lain tentu tidak semua orang dapat melakukannya sehingga tidak menjadi wajib, terutama bagi orang yang sakit atau cacat. Jika kita hanya focus pada gerakan dan mengabaikan makna dari yang kita ucapkan, maka itu namanya senam jasmani, Ini semua sangat penting dalam pembentukan jiwa dan karakter seseorang guna meraih tujuan dari shalat yang didirikan sebagai bekal kebahagiaan didunia dan akhirat  juga bekal untuk menghadap Allah Swt selepas sakaratul maut dan bertemu dengan Allah Swt disurga kelak bagi orang yang khusyuk dan sempurna shalatnya.
        Tujuan atau motifasi untuk mengerjakan setiap shalat yang akan kita dirikan  sebaiknya adalah bertujuan untuk bertemu dengan Allah Swt, guna menyampaikan rasa syukur atas semua nikmat dan pemberian-Nya kepada kita, meski kita tidak harus melihat-Nya dan memohon ampun atas dosa-dosa kita, Ini sebagai suatu pelatihan dan pembinaan jiwa kita agar muncul rasa rindu kita kepada Allah Swt untuk bertemu langsung suatu saat, hingga  ketika malaikat maut menjemput  kita untuk menghadapkan kita kepada  Allah Swt tentu kita akan memenuhi undangan tersebut dengan senang hati bukan menolak atau meronta2.